Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 21 April 2026

Penetrasi Asuransi di Indonesia Masih Sangat Rendah

Redaksi - Rabu, 06 April 2022 12:00 WIB
481 view
Penetrasi Asuransi di Indonesia Masih Sangat Rendah
Foto: Ist/harianSIB.com
 Vinia Lestianti Erwin.
Jakarta (harianSIB.Com)
Penetrasi asuransi di Indonesia masih sangat rendah, hanya sekitar 2% dari total populasi negeri. Padahal, melihat besarnya populasi Indonesia, seharusnya merupakan potensi pasar yang luar biasa untuk pertumbuhan asuransi, ditambah dengan akselerasi teknologi digital yang dipicu oleh pandemic Covid.

Vinia Lestianti Erwin, mengatakan hal itu kepada wartawan termasuk Jurnalis Koran SIB Jamida Habeahan, Rabu (6/4/2022), usai ditunjuk sebagai Chief of Business Development and Partnership Officer of Sunday untuk memperkuat kehadirannya di pasar InsurTech Kesehatan Indonesia.

Menurut Vinia Lestianti Erwin, sangatlah tepat untuk mengembangkan strategi baru dalam memasarkan asuransi untuk melakukan penetrasi pasar. InsureTech diharapkan dapat membantu individu untuk memahami kebutuhan asuransi dan menilai berbagai produk asuransi yang tersedia serta menemukan cara yang mudah untuk melakukan klaim asuransi.

“Ini akan menjadi ‘game changer’ bagi industri asuransi” kata Vinia Lestianti Erwin, sembari menambahkan pengalamannya selama 20 tahun memperdagangkan asuransi melalui cara-cara konvensional, sangatlah tepat mengembangkan strategi baru dalam memasarkan asuransi untuk melakukan penetrasi pasar asuransi Indonesia di masa depan.

Vinia melihat bahwa Sunday memiliki pasar dan pelayanan InsurTech yang terintigrasi dan juga didukung oleh sepenuhnya oleh data, teknologi maupun perusahaan asuransi sehingga berada satu langkah didepan para kompetitornya. Dikatakan, pihaknya melakukan peningkatan usaha dengan sangat cepat dan ber-komitmen untuk melakukan ekspansi yang besar pada tahun 2022.

Sebab, Indonesia adalah salah satu pasar asuransi yang sangat cepat pertumbuhannya di ASEAN dengan berbagai peluang yang tersedia. Sangat dipercaya bahwa produk, teknologi dan kemampuan ‘data science’ yang ada ditambah dengan pengalaman dan pemahaman yang mendalam tentang pasar lokal akan menjadi kekuatan yang luar biasa. Kolaborasi akan memberikan solusi pembeda yang sangat dibutuhkan dalam memperkecil celah antara asuransi kesehatan yang terjangkau dan asuransi umum yang ada saat ini.

CEO & Co-Founder of Sunday, Cindy Kua, menyambut Vinia bergabung sebagai bagian dari percepatan pertumbuhan, sekaligus menyelesaikan putaran Series B pada September 2021, dengan mendapatkan beberapa investor baru seperti Tencent, Vertex Growth, Granite Oak, dan Aflac Ventures. Investor lain yang sudah lebih awal bergabung adalah SCB 10X, Vertex Ventures, Quona Capital, dan Z Ventures. Hingga hari ini, Sunday telah mampu meraup total investasi sebesar 75 juta USD.

“Saya ingin melihat Sunday terkembang menjadi pemain utama di industri asuransi Indonesia, khususnya bisnis insurtech, melalui pelayanan yang inovatif dan personal yang dapat menjangkau dan memenuhi kebutuhan konsumen ” tukas Vinia. (*)

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru