LPER Sumut: Kopi Produk Unggulan Sumut Penyumbang Ekonomi Transaksi Rp 4,5 Triliun/Tahun


167 view
Foto Dok Firdaus Peranginangin
Ir Ronald Naibaho MSi
Medan (SIB)
Berdasarkan hasil Webinar LPER (Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat) Sumut, kopi yang merupakan produk unggulan pertanian di daerah ini, ternyata penyumbang ekonomi sangat besar untuk Indonesia dengan nilai transaksi Rp4,5 triliun/tahun. Masuk urutan kedua setelah CPO (Crude Palm Oil) atau minyak sawit sebesar Rp9,7 triliun/tahun.

Hal itu diungkapkan Ketua LPER Sumut Ir Ronald Naibaho MSi kepada wartawan, Sabtu (3/4/2021) menyimpulkan resume "Seminar Webinar Coffee Morning Session" yang bertajuk "Industri Kopi dari Hulu ke Hilir".

Seminar tersebut menghadirkan 4 nara sumber, yakni Prof Dr Ir Sabam Malau (Dosen FP UHN dan Founder Mettle Coffee), Lukas Christian (Founder Kopi Persahabatan - Jakarta), Sabaruddin (Petani Kopi Sidamanik) dan Ir Naslindo Sirait SE MM.

"Dalam seminar itu juga terungkap, bahwa petani kopi Sumut termasuk penghasil kopi terbesar nomor dua setelah Aceh untuk memenuhi kebutuhan kopi global/internasional," tandasnya.

Petani kopi Sumut ini tersebar di sejumlah kabupaten, yakni Karo, Dairi, Humbang, Taput, Simalungun dan Toba yang hingga kini membutuhkan edukasi dan pendampingan, untuk meningkatkan value, informasi, SDM (Sumber Daya Manusia), permodalan dan problem solving tentang pertanian kopi dari hulu ke hilir.

Berkaitan dengan itu, tambah mantan Ketua GAMKI Sumut ini, kopi sebagai komoditi unggul pertanian dijadikan sebuah gerakan yang mempelopori persahabatan yang egaliter, melahirkan philosofi yang mensejahterakan petani dan kepedulian pengusaha.

"Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani kopi, perlu dilakukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian yang konsisten serta harus memiliki nilai tawar kepada pemerintah dan capital (pemilik modal). Petani tidak tergantung kepada pemerintah dengan memilki usaha lain (diversifikasi usaha)," tambahnya.

Dalam hal ini, tandas Ronald, LPER Sumut diharapkan segera mengedukasi petani dan pelaku usaha serta mendorong pemerintah mempermudah regulasi ekspor - Impor sekaligus memberi perhatian permodalan dan peningkatan SDM.

"LPER Sumut juga diharapkan memfasilitasi petani kopi dan pelaku usaha dengan meningkatkan nilai ekonomi komoditi pertanian dengan peningkatan standar mutu/ sertifikasi, agar bisa bersaing di pasar global menuju pertanian berkelanjutan ramah lingkungan," ujarnya.

Resume lainnya, LPER Sumut juga ditantang untuk mempelopori Sekolah Pemberdayaan Petani dan Usaha Mikro (SPPUM), agar petani semakin sejahtera melalui Kelompok Tani dan Usaha Mikro yang Mandiri.(*).

Penulis
: Firdaus Peranginangin
Editor
: Robert
Tag: Sumut
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com