Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 13 Juni 2026
HDI Learning Center Medan Diresmikan Setelah 12 Tahun Beroperasi

Banyak Bisnis MLM Obat Cenderung Menipu Konsumen

- Selasa, 02 Februari 2016 15:18 WIB
3.434 view
Banyak Bisnis MLM Obat Cenderung Menipu Konsumen
SIB/Franse Sihombing
HDI MEDAN: Key Leader Marketing High Desert Internasional Sue Mae berfose bersama Pimpinan Stokist PT Harmoni Dinamika Indonesia (HDI) Sumatera Utara, dr Felix Tarigan dan para manajer HDI pada acara Peresmian Kantor bertaraf internasional “HDI Learning
Medan (SIB)- HDI Learning Center diharapkan bisa menjadi pusat pengembangan bisnis bagi setiap keluarga yang ingin menggeluti bisnis produk perlebahan di Medan. Hal itu disampaikan Key Leader Marketing High Desert Internasional, Sue Mae pada peresmian kantor bertaraf internasional “HDI Learning Center”, Jumat (29/1) di Komplek Tomang Elok Jalan Murai I Blok A Medan.

Sue Mae yang khusus datang dari Singapura menegaskan, HDI Learning Center Medan merupakan yang pertama di Indonesia dan diharapkan bisa menjadi pusat pengembangan diri bagi setiap keluarga yang mengembangkan bisnis produk perlebahan HDI.

Sue Mae yang didampingi Manajemen HDI Jakarta, Titin menyampaikan, HDI merupakan perintis MLM di Asia dan telah memiliki 45 produk perlebahan ditambah 14 produk perawatan kesehatan kulit namun tidak fokus pada bisnis MLM semata melainkan memiliki prinsip, “live, learn, love” untuk memberi peluang bagi setiap yang menggelutinya mendapat kesempatan untuk bagaimana hidup sehat, belajar dan mencintai.

Pimpinan Stokist PT Harmoni Dinamika Indonesia (HDI) Sumatera Utara, dr Felix Tarigan pada acara itu menyatakan daerah Sumatera Utara atau Medan sekitarnya memang merupakan salah satu pasar yang sangat potensial untuk pengembangan bisnis produk MLM dari berbagai negara luar, baik untuk produk obat-obatan, kosmetik.

Praktek bisnis dari perusahaan penjualan produk berantai (multi level marketing=MLM) selama ini ternyata kebanyakan (mayoritas) cenderung menipu para konsumennya dengan iming-iming kualitas produk yang terjamin, plus dengan aksi promo yang disertai gambar-gambar atau dokumen yang selalu diklaim sebagai testimoni kepuasan konsumen.

“Hati-hati, kebanyakan usaha atau bisnis MLM itu cuma iming-iming supaya barang atau produknya cepat laku dan membernya banyak, bahkan cenderung menipu itu semua. Dibilang obat ini obat itu sangat manjur dan mujarab dengan alasan ini itu, tapi nyatanya apa…? Para konsumen harus jeli, jangan sembarang beli, apalagi produknya obat-obat,” katanya kepada pers di Medan, Jumat (29/1) kemarin,

Bisnis HDI ini merupakan ekspansi dari bisnis High Desert Indonesia (HDI) yang berpusat di Singapura, yang meliputi penjualan produk, penyuluhan kesehatan, pendidikan kewirausahaan dan peningkatan karir. Acara tersebut dihadiri sejumlah member dan agen (up line) dari sejumlah daerah di Sumut, termasuk dari Jakarta dan Palembang.

Hadir antara lain member eksekutif di Medan sekitarnya: Lusiana Simamora, BE Dabukke, Baldwin, dr Bida Thamrin, dr Patwel. Para member dan agen MLM produk obat-obatan suplemen ini tampak majemuk yang terdiri dari sejumlah dokter, apoteker, anggota TNI, PNS, guru atau dosen, wiraswasta, perawat, bidan, dll.

Sue Mae berkesempatan memberikan apresiasi kepada warga kota Medan yang telah menjadi member atau kosumen atau penjualan produk MLM tersebut. Sue Mae tampak senang dan bangga ketika menerima penyematan selempang tradisional Karo (Uis Gara) sebagai kenang-kenangan dari Pimpinan HDI Medan Felix Tarigan dan isteri Srita br Sinulingga.

HDI Medan, katanya, sebenarnya sudah beroperasi selama 12 tahun lebih (sejak 2003), namun baru di-launching sekarang karena selama ini lebih fokus dan orientasi pada pendekatan dan pengakuan serta kepuasan konsumen, ketimbang promosi yang jor-joran atau gembar-gembor seperti yang dilakukan perusahaan MLM lainnya.

Selain untuk pengembangan pemasaran dan penjualan produk secara langsung kepada konsumen, acara grand launching itu juga sekaligus untuk membuka forum dan divisi pendidikan dan penyuluhan kewirausahaan (learning enterprise) yang melibatkan para eksekutif perusahaan tersebut, juga para member atau konsumen motivator yang dinilai berhasil.

Sambil memeriksa sejumlah pasien dalam sesi konsultasi dengan para calon konsumen atau member, Felix yang juga dokter senior dari satu rumah sakit besar di Medan, membenarkan banyaknya produk obat-obat dari sejumlah MLM selama ini yang tak menunjukkan hasil atau manfaat nyata bagi konsumen, baik manfaat berupa kesembuhan atau peningkatan kesehatan.

“Aaah, nipu ini. Ini bukan untuk menyembuhkan, cuma untuk mengurangi rasa sakit dan sifatnya sementara saja. Hati-hatilah….,” ujar Felix Tarigan ketika seorang pasien menyebutkan dan menunjukkan salah satu jenis obat oleh pasien, pada saat konsultasi. (A4/q)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru