SD-Puskesmas Dibakar Teroris, Polri Akan Bersihkan KKB dari Puncak Papua


167 view
(Dok Polda Papua)
Teroris KKB merusak gedung SD-puskesmas hingga jalan di Papua. 
Jakarta (SIB)
Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menegaskan aparat TNI dan Polri akan terus memburu dan menegakkan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Puncak. Dia mengatakan aparat tak akan mundur dalam penindakan terhadap kelompok teroris tersebut.

"Kami tetap lakukan penegakan hukum sampai dipastikan wilayah Ilaga dan Kabupaten Puncak seluruhnya bersih dari kelompok-kelompok KKB. Saya tegaskan bahwa aparat TNI-Polri tidak akan mundur selangkah pun. Kami akan lakukan penegakan hukum terhadap KKB dalam beberapa waktu ke depan," ujar Irjen Fakhiri di Timika, seperti dilansir Antara, Selasa (4/5).

Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi terjadinya aksi pembakaran fasilitas umum, seperti gedung sekolah, perumahan guru, gedung lama Puskesmas di Mayuberi, Distrik Ilaga Utara, serta perusakan jalan dan jembatan oleh KKB pada Minggu (2/5) malam.

Irjen Fakhiri menyebut, tidak ada korban jiwa dalam sejumlah aksi kekerasan yang dilakukan KKB itu.

Kejadian itu bermula dari laporan Kepala Distrik (Camat) Ilaga yang menelepon Bapak Marinus Labene bahwa pada Minggu (2/5) bangunan sekolah Mayuberi dan dua unit perumahan guru serta bangunan lama Puskesmas Mayuberi dibakar KKB.

Sehari kemudian, Senin (3/5), warga melaporkan gedung SD Mayuberi telah dibakar oleh KKB.

"Kuat dugaan bahwa pembakaran fasilitas umum itu karena bangunan-bangunan tersebut digunakan sebagai Poskotis oleh aparat saat penegakan hukum beberapa waktu lalu. Kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali karena bangunan-bangunan itu merupakan fasilitas umum untuk mendukung pelayanan masyarakat di sana," kata Irjen Fakhiri.

Kapolda Papua juga mengajak masyarakat setempat berani melawan KKB atau siapa pun yang mengganggu keamanan.

"Masyarakat harus berani melawan orang-orang yang datang mengganggu keamanan di wilayah kampung kita masing-masing," imbaunya.

Terkait informasi adanya pengungsi, Irjen Mathius menegaskan agar dicek terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut.

"Jangan sampai termakan berita hoax, karena yang beredar di media adalah foto-foto pengungsi tahun 2017 di Kimbeli Tembagapura, untuk pengungsi adalah akibat ulah KKB dan tujuan pengungsian ke kota Ilaga," ujarnya.

Rusak Jembatan-Jalan
Selain itu, Kelompok teroris juga merusak tiga akses jalan.

"Fasilitas jalan yang di rusak sebagai berikut, Jembatan Kimak, Jalan Tagaloa, Jalan Wuloni pintu angin," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangannya, Selasa (4/5).

Sementara bangunan yang dirusak teroris KKB yaitu 5 ruang kelas gedung SD Mayubwri, rumah dinas guru, gedung puskesmas lama.

Kamal menuturkan perusakan jalan tersebut diduga bertepatan dengan waktu pembakaran gedung puskesmas dan gedung SD Nayuberi. Selain itu, lanjutnya, banyak simpatisan KKB yang membantu pembakaran gedung dan perusakan fasilitas jalan yang dibagi dalam beberapa kelompok.

"Saat kelompok pertama melakukan pembakaran puskesmas dan dilanjutkan membakar SD Mayuberi, kelompok lain bertugas merusak tiga titik Jalan Mayuberi, Jalan Kimak, Jalan Wuloni dan kelompok yang bersenjata berada di pinggir jalan mengamankan simpatisan yang bekerja merusak fasilitas umum tersebut," tuturnya. (detikcom/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Tag:KKB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com