Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Prof Dr Robert Sibarani, MS: Kualitas Magister Perlu Ditingkatkan

- Senin, 16 Mei 2016 20:24 WIB
3.705 view
Prof Dr Robert Sibarani, MS: Kualitas Magister Perlu Ditingkatkan
Prof Dr Robert Sibarani MS
Medan (SIB)- Awal Mei lalu, Prof Dr Robert Sibarani MS dilantik jadi Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (USU). Putra Tobasa berusia 52 tahun akan menduduki jabatan itu hingga tahun 2021 nanti. Mengajar dan melakukan penelitian terutama di lingkup disiplin ilmunya menjadi kesehariannya sejak bekerja di USU tahun 1987 lalu. Dia bahkan telah mengajar para mahasiswa di lintas negara, Asia dan Eropa, dan juga menjadi peserta atau pembicara di forum ilmiah nasional dan internasional menyangkut bidang keahliannya.

"Saya akan berupaya meningkatkan kualitas lulusan S2 dan S3 USU, agar bisa mengungguli persaingan dengan lulusan universitas lain," kata Robert Sibarani, suami dari Br Simanjuntak, yang juga seorang akademisi dan ayah dua putra, mahasiswa fakultas kedokteran dan seorang putri, pelajar SMA, usai dilantik Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu.

Robert bersama koleganya, kini harus bekerja ekstra untuk mempertahankan dan meningkatkan akreditasi program S2 dan S3 di lingkungan Sekolah Pascasarjana USU. Selain itu ia akan melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri agar mahasiswa asal luar negeri dapat kuliah di USU dan sebaliknya mahasiswa  USU bisa kuliah di universitas luar negeri.

Robert Sibarani yang dilahirkan dan dibesarkan di Laguboti, Toba Samosir melanjutkan pendidikan tingginya (S1) di Universitas Sumatera Utara dan tamat  dengan judul skripsi "Analisis Kontrastif antara Frase dan Klausa Bahasa Batak Toba dan Bahasa Inggris". Universitas itu menjadi tempatnya bekerja mulai tahun 1987 hingga kini. Pada tahun 1988-1990 dia melanjut ke S2 (Magister) di Universitas Padjadjaran Bandung dan tamat dengan judul tesis, "Cerita Sijonaha: Sebuah Kajian Filologis", kemudian tahun 1991-1994 di universitas yang sama dia melanjut ke S3 (doktor) dan berhasil menyelesaikan studinya dengan judul disertasi, " Konjungsi Bahasa Batak Toba: Sebuah Kajian Struktur dan Semantik". Promosi doktor pada 27 Januari 1994 dengan predikat Cumlaude.Kemudian, tahun 1994-1995, dia mengikuti post-doktor di Universitas Hamburg, Jerman dengan judul buku, "Sintaksis Bahasa Batak Toba".

Pada usia 37 tahun, dia diangkat menjadi Guru Besar tetap USU pada  1 Oktober 2001 dan dikukuhkan  19 Januari 2002 dengan pidato pengukuhan "Antropolinguistik sebagai Penaung Hubungan Bahasa dengan Kebudayaan". Pada Oktober-Desember 2011 dia mengikuti PAR (Program of Academic Recharging) di KITLV, Universiteit Leiden, Belanda dengan menulis buku yang berjudul "Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan" sebagai hasil karyanya. Pada Desember 2013-Maret 2014, dia mengikuti SAME (Scheme for Scheme for Academic Mobility Exchange ) di University of L Orientale, Naples, Italy. Buku ini menjadi karyanya selama di Italy di samping kegiatan mengajarnya di universitas itu.

Dia aktif menulis dan beberapa buku terpenting yang telah terbit adalah, "Hakikat Bahasa" yang diterbitkan di Bandung oleh PT Citra Aditya Bakti tahun 1992, "Studi  Budaya Mengenai Pengembangan Kawasan Danau  Toba" yang diterbitkan di Medan oleh US XII tahun1997, "Sintaksis  Bahasa Batak Toba" yang diterbitkan di Medan oleh USU Press tahun 1997, "Leksikografi",  diterbitkan di Medan oleh USU Press tahun 1997, "Kamus Teka-Teki" yang diterbitkan di Medan oleh USU Press tahun 2000, "An Introduction to Morphology" diterbitkan di Medan oleh Penerbit Poda tahun 2002, "Demokrasi dan Budaya Lokal" diterbitkan di Jakarta oleh Penerbit Cipruy tahun 2002, "Semantik Bahasa Batak Toba"  diterbitkan di Jakarta oleh Pusat Bahasa tahun 2003, "Antropolinguistik" diterbitkan di Medan oleh Penerbit Poda tahun 2004, "Aksara Batak: Pedoman Aksara Batak secara Manual dan Komputerisasi" diterbitkan di Medan oleh LPPM USU tahun2006, "Prinsip Dasar Linguistik Fungsional"  diterbitkan di Medan oleh LPPM USU tahun 2007, dan "Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan MetodeTradisi Lisan" diterbitkan di Jakarta oleh ATL tahun 2012.

Spesialisasi keilmuannya adalah antropolinguistik (antropologi linguistik), sebuah bidang ilmu interdisipliner yang mengkaji bahasa dalam kerangka kerja antropologi, mengkaji kebudayaan dalam kerangka kerja linguistik, dan mengkaji aspek-aspek lain kehidupan manusia dalam kerangka kerja bersama antara antropologi dan linguistik. Dengan bidang ilmu itu, dia menetapkan objek kajiannya terhadap tradisi lisan untuk tujuan mengungkapkan nilai budaya dan kearifan lokal di samping objek kajian lain yang relevan dengan bahasa dan budaya.

Dia sering mengikuti seminar ilmiah baik sebagai peserta maupun sebagai pemakalah terutama yang berhubungan dengan budaya, linguistik, dan tradisi lisan. Dia turut memberikan makalah di International Conference on Austronesian Linguistics VIII yang diadakan di Universiteit Leiden, Belanda pada  22-27 Agustus 1994. Pada Oktober-November 1996, dia diundang untuk memberikan kuliah di Fachhochshule Munster, Jerman.

Sementara dalam jabatan akademik, Robert pernah menjabat Rektor UNITA, 1995-1998, Kapuslit Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lemlit USU, 2000-2005; Ketua Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat USU, 2005-2011;  Anggota Dewan Riset Daerah Sumut, 2006-2010;  Rektor Universitas Darma Agung Medan, 2002-2006, 2006-2011, dan  Ketua IPMI, 2011-sekarang.

Terkait dengan pelantikannya, Robert Sibarani mengatakan, dia dan jajarannya akan mensosialisasikan dan menjembatani program pascasarjana bagi staf dan pegawai di seluruh kabupaten/kota Sumatera Utara; serta mempublikasikan tesis dan disertasi mahasiswa dalam bentuk sebuah buku.(Rel/R13/c)


 


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru