Medan (SIB)- Awal Mei lalu, Prof Dr Robert Sibarani MS dilantik
jadi Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (USU).
Putra Tobasa berusia 52 tahun akan menduduki jabatan itu hingga tahun
2021 nanti. Mengajar dan melakukan penelitian terutama di lingkup
disiplin ilmunya menjadi kesehariannya sejak bekerja di USU tahun 1987
lalu. Dia bahkan telah mengajar para mahasiswa di lintas negara, Asia
dan Eropa, dan juga menjadi peserta atau pembicara di forum ilmiah
nasional dan internasional menyangkut bidang keahliannya.
"Saya
akan berupaya meningkatkan kualitas lulusan S2 dan S3 USU, agar bisa
mengungguli persaingan dengan lulusan universitas lain," kata Robert
Sibarani, suami dari Br Simanjuntak, yang juga seorang akademisi dan
ayah dua putra, mahasiswa fakultas kedokteran dan seorang putri, pelajar
SMA, usai dilantik Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu.
Robert
bersama koleganya, kini harus bekerja ekstra untuk mempertahankan dan
meningkatkan akreditasi program S2 dan S3 di lingkungan Sekolah
Pascasarjana USU. Selain itu ia akan melakukan kerja sama dengan
perguruan tinggi di luar negeri agar mahasiswa asal luar negeri dapat
kuliah di USU dan sebaliknya mahasiswa USU bisa kuliah di universitas
luar negeri.
Robert Sibarani yang dilahirkan dan dibesarkan di
Laguboti, Toba Samosir melanjutkan pendidikan tingginya (S1) di
Universitas Sumatera Utara dan tamat dengan judul skripsi "Analisis
Kontrastif antara Frase dan Klausa Bahasa Batak Toba dan Bahasa
Inggris". Universitas itu menjadi tempatnya bekerja mulai tahun 1987
hingga kini. Pada tahun 1988-1990 dia melanjut ke S2 (Magister) di
Universitas Padjadjaran Bandung dan tamat dengan judul tesis, "Cerita
Sijonaha: Sebuah Kajian Filologis", kemudian tahun 1991-1994 di
universitas yang sama dia melanjut ke S3 (doktor) dan berhasil
menyelesaikan studinya dengan judul disertasi, " Konjungsi Bahasa Batak
Toba: Sebuah Kajian Struktur dan Semantik". Promosi doktor pada 27
Januari 1994 dengan predikat Cumlaude.Kemudian, tahun 1994-1995, dia
mengikuti post-doktor di Universitas Hamburg, Jerman dengan judul buku, "Sintaksis Bahasa Batak Toba".
Pada usia 37 tahun, dia diangkat
menjadi Guru Besar tetap USU pada 1 Oktober 2001 dan dikukuhkan 19
Januari 2002 dengan pidato pengukuhan "Antropolinguistik sebagai Penaung
Hubungan Bahasa dengan Kebudayaan". Pada Oktober-Desember 2011 dia
mengikuti PAR (Program of Academic Recharging) di KITLV, Universiteit
Leiden, Belanda dengan menulis buku yang berjudul "Kearifan Lokal:
Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan" sebagai hasil karyanya. Pada
Desember 2013-Maret 2014, dia mengikuti SAME (Scheme for Scheme for
Academic Mobility Exchange ) di University of L Orientale, Naples,
Italy. Buku ini menjadi karyanya selama di Italy di samping kegiatan
mengajarnya di universitas itu.
Dia aktif menulis dan beberapa
buku terpenting yang telah terbit adalah, "Hakikat Bahasa" yang
diterbitkan di Bandung oleh PT Citra Aditya Bakti tahun 1992, "Studi
Budaya Mengenai Pengembangan Kawasan Danau Toba" yang diterbitkan di
Medan oleh US XII tahun1997, "Sintaksis Bahasa Batak Toba" yang
diterbitkan di Medan oleh USU Press tahun 1997, "Leksikografi",
diterbitkan di Medan oleh USU Press tahun 1997, "Kamus Teka-Teki" yang
diterbitkan di Medan oleh USU Press tahun 2000, "An Introduction to
Morphology" diterbitkan di Medan oleh Penerbit Poda tahun 2002,
"Demokrasi dan Budaya Lokal" diterbitkan di Jakarta oleh Penerbit Cipruy
tahun 2002, "Semantik Bahasa Batak Toba" diterbitkan di Jakarta oleh
Pusat Bahasa tahun 2003, "Antropolinguistik" diterbitkan di Medan oleh
Penerbit Poda tahun 2004, "Aksara Batak: Pedoman Aksara Batak secara
Manual dan Komputerisasi" diterbitkan di Medan oleh LPPM USU tahun2006,
"Prinsip Dasar Linguistik Fungsional" diterbitkan di Medan oleh LPPM
USU tahun 2007, dan "Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan MetodeTradisi
Lisan" diterbitkan di Jakarta oleh ATL tahun 2012.
Spesialisasi
keilmuannya adalah antropolinguistik (antropologi linguistik), sebuah
bidang ilmu interdisipliner yang mengkaji bahasa dalam kerangka kerja
antropologi, mengkaji kebudayaan dalam kerangka kerja linguistik, dan
mengkaji aspek-aspek lain kehidupan manusia dalam kerangka kerja bersama
antara antropologi dan linguistik. Dengan bidang ilmu itu, dia
menetapkan objek kajiannya terhadap tradisi lisan untuk tujuan
mengungkapkan nilai budaya dan kearifan lokal di samping objek kajian
lain yang relevan dengan bahasa dan budaya.
Dia sering mengikuti
seminar ilmiah baik sebagai peserta maupun sebagai pemakalah terutama
yang berhubungan dengan budaya, linguistik, dan tradisi lisan. Dia turut
memberikan makalah di International Conference on Austronesian
Linguistics VIII yang diadakan di Universiteit Leiden, Belanda pada
22-27 Agustus 1994. Pada Oktober-November 1996, dia diundang untuk
memberikan kuliah di Fachhochshule Munster, Jerman.
Sementara
dalam jabatan akademik, Robert pernah menjabat Rektor UNITA, 1995-1998,
Kapuslit Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lemlit USU, 2000-2005; Ketua
Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat USU, 2005-2011; Anggota Dewan Riset
Daerah Sumut, 2006-2010; Rektor Universitas Darma Agung Medan,
2002-2006, 2006-2011, dan Ketua IPMI, 2011-sekarang.
Terkait
dengan pelantikannya, Robert Sibarani mengatakan, dia dan jajarannya
akan mensosialisasikan dan menjembatani program pascasarjana bagi staf
dan pegawai di seluruh kabupaten/kota Sumatera Utara; serta
mempublikasikan tesis dan disertasi mahasiswa dalam bentuk sebuah buku.
(Rel/R13/c)