Kajati Sumut Ingatkan Bidang Pengawasan, Terus Jaga Kepatuhan dan Kedisiplinan
Medan(harianSIB.com)Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Muhibuddin, melaksanakan rapat koordinasi (rakor) bersama dengan j
Medan(harianSIB.com)
Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pakaian rumahan menjadi mode pakaian yang trendi dan modis dipakai keluar rumah.
Dan baju rumahan yang paling digandrungi kaum hawa saat ini adalah daster.
Jika dahulu daster sering diidentikkan dengan baju rumahan yang usang, murah, dan terkesan "emak-emak banget". Saat ini wanita berdaster berhasil mendobrak stigma tersebut.
Baca Juga:Tampilan modis model daster saat ini, tak lagi hanya digunakan di dalam rumah, banyak wanita yang juga mengenakannya di luar rumah.
Kenyamanan mengenakan baju daster tak hanya dirasakan wanita rumahan biasa, sejumlah artis dan influencer pun kini berlomba memamerkan koleksi daster-daster cantik dan lucu mereka di akun sosial media mereka sebagai simbol telah mengikuti tren "emak-emak berdaster kekinian" yang terkesan menjadi wanita yang sederhana dan lembut tapi tetap modis.
Alhasil fenomena fomo berdaster ini pun dimanfaatkan banyak kalangan sebagai ladang cuan baru. Tak hanya masyarakat biasa, artis dan selebgram pun berlomba-lomba membuka bisnis daster, seperti Sarwendah, Inul Daratista, Ashanty dan masih banyak lagi.
Daster dengan bahan premium, potongan yang modis, serta motif batik modern yang cantik menjadi model daster yang paling diincar kaum hawa saat ini.
Modelnya yang longgar, bahannya yang ringan, serta harganya yang relatif terjangkau membuat daster tetap memiliki pasar yang luas, dari remaja hingga ibu rumah tangga.
Tidak hanya nyaman untuk tidur, daster juga tetap bisa dipakai tampil elegan saat menerima tamu atau keluar rumah seperti berbelanja ke pasar, menjemput anak ke sekolah, bahkan ada yang percaya diri menggunakan daster modisnya saat ke bank dan ke klinik.
Icut, salah satu pedagang sekaligus selebgram asal Aceh yang sukses mengguritakan bisnis dasternya setelah sebelumnya pernah mengalami bangkrut saat menjalankan bisnis gamis, membaca peluang tersebut dan kini beralih ke bisnis daster.
Icut menyadari bahwa daster adalah pakaian wajib bagi jutaan wanita dan ibu rumah tangga di Indonesia. Dari sanalah ia meluncurkan lini busana dasternya sendiri.
"Bisnis daster saat ini menurut saya bisnis yang paling tidak ruwet, modalnya juga ga terlalu besar, peminat banyak, modelnya pun tidak terlalu heboh, tidak seperti gamis atau baju lainnya, yang tiap menit harus berlomba model dan bahan dengan kompetitor lain, kalo daster ni yang penting bahan nyaman dipakai, pasti laku, murah mahalnya tinggal kita yang menentukan target pasarnya," papar Icut pada harianSIB.com , saat berkunjung ke salah satu pusat grosir daster di Medan, Sabtu (29/8/2026).
Tingginya minat wanita terhadap daster tidak lepas dari perkembangan desain yang semakin beragam. Kini banyak produsen menghadirkan daster dengan motif modern, warna lembut, hingga potongan yang lebih stylish.
Dari sisi bisnis, usaha daster baju rumahan tergolong mudah dijalankan dengan modal yang fleksibel. Pelaku usaha bisa memulai sebagai reseller, dropshipper, bahkan memproduksi sendiri dengan bekerja sama dengan penjahit lokal atau pabrikan jika sudah memproduksi salam skala besar.
Pemasaran pun semakin mudah melalui media sosial dan lapak- lapak di mini market atau pasar tradisional, karena produk ini termasuk kebutuhan sehari-hari yang cepat diminati. Harga yang terjangkau juga membuat perputaran barang relatif cepat dibandingkan produk fesyen lainnya.
"Agar bisnis daster terus diminati, kita sebagai pengusaha harus terus memperhatikan kualitas bahan, kenyamanan, serta tren selera pasar. Pemilihan kain yang adem, tidak panas, dan mudah dicuci menjadi nilai tambah bagi konsumen wanita.
Dengan strategi yang tepat, bisnis daster baju rumahan dapat menjadi usaha yang stabil, berkelanjutan, dan menguntungkan," pungkas Icut.
Lisa, salah satu karyawan bank swasta di Jl. A.Yani Medan yang mengaku sebagai 'daster lovers' ini mengatakan dirinya wajib membeli daster setiap kali berbelanja ke pasar tradisional atau mall. Sangkin hobinya mengkoleksi daster, hampir tiap Minggu Lisa 'chekout' akun online shopnya hanya untuk memborong daster.
"Aku dari kecil sudah hobi pakai pakaian rumahan daster, bisa yang motif batik atau animasi-animasi lucu gitu, dan sampai sekarang hobi itu terus berjalan dan daster ku sudah tak terhitung lagi, dan kadang aku bagi ke teman atau saudara. Suka gemes aja dengan model dan bahannya," aku Lisa.
Lisa adalah salah satu dari ribuan wanita yang bisa jadi pelanggan kamu yang mungkin tertarik untuk membuka usaha bisnis setelah membaca artikel ini, modal tidak besar, minim resiko dan hasilnya sangat menjanjikan. (**)
Medan(harianSIB.com)Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Muhibuddin, melaksanakan rapat koordinasi (rakor) bersama dengan j
Medan(harianSIB.com)Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Muhibuddin didampingi Asdatun Nur Handayani dan Asisten Pemulihan
Lubukpakam(harianSIB.com)Rumah Sakit (RS) Adam Malik mendampingi pelaksanaan operasi coiling aneurisma perdana pada pasien stroke di RSUD Dr
Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak
Lubukpakam(harianSIB.com)Diduga ditipu hingga Rp 1,2 Miliar, mantan Kabid Penyehatan Lingkungan Permukiman dan Air Minum Dinas Cipta Karya d
Tapanuli Utara(harianSIB.com)Sarulla Operations Ltd (SOL) terus memperkuat komitmennya untuk memberikan dampak positif dan berkelanjutan bag
Medan(harianSIB.com)Tuduhan jual tanah hibah dan masjid wakaf akhirnya berujung di meja hukum. Prof. Dr. H. OK. Saidin, SH, M.Hum selaku Ket
Langkat(harianSIB.com)Upaya memutus peredaran narkotika di Kabupaten Langkat akan terus dilakukan, hingga wilayah hukum Langkat mencapai zer
Medan(harianSIB.com)Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai mulai memberikan dampak terhadap ketersediaan stok pangan yang diperoleh peda
Nias(harianSIB.com)Seorang warga Desa Hilimbana, Kecamatan Sogaeadu, Kabupaten Nias, Ama Dewi Lombu, memasang lampu penerangan jalan secara
Medan(harianSIB.com)Stadion Kebun Bunga Medan kembali menjadi saksi berkumpulnya para legenda PSMS dan mantan pemain sepak bola Sumatera Uta
Jakarta(harianSIB.com)Pemerintah resmi mengeluarkan aturan baru yang melarang operator seluler menghilangkan sisa kuota internet pelanggan y