Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 08 Juni 2026

Indonesia Beli Rudal BrahMos dari India, Fokus Tingkatkan Kekuatan Maritim

Redaksi - Rabu, 18 Maret 2026 11:14 WIB
424 view
Indonesia Beli Rudal BrahMos dari India, Fokus Tingkatkan Kekuatan Maritim
RAVEENDRAN/AFP
Rudal Brahmos

Jakarta(harianSIB.com)

Sebagai bagian dari upaya modernisasi militer, Indonesia telah mencapai kesepakatan dengan India untuk mengakuisisi sistem rudal supersonik BrahMos. Kesepakatan tersebut dikonfirmasi oleh

Kementerian Pertahanan RI membenarkan kesepakatan tersebut, kepada Reuters pada Senin (9/3/2026), mengutip Kompas.com.

Pembelian ini disebut bertujuan memperkuat kemampuan pertahanan, terutama di sektor maritim. Namun, pemerintah belum mengungkap nilai total kontrak tersebut.

*Bagian dari modernisasi alutsista

Baca Juga:

Juru bicara Kementerian Pertahanan RI, Rico Ricardo Sirait, mengatakan bahwa kesepakatan dengan India merupakan bagian dari program peningkatan kemampuan militer Indonesia. "Kesepakatan ini merupakan bagian dari modernisasi peralatan militer dan kemampuan pertahanan, khususnya di sektor maritim," kata Rico kepada Reuters.

Ia tidak mengonfirmasi nilai total kontrak pembelian rudal tersebut. Namun menurut laporan Reuters, perusahaan BrahMos Aerospace pada 2023 pernah menyebutkan bahwa pembicaraan dengan Jakarta berada pada tahap lanjut untuk kesepakatan yang diperkirakan bernilai antara 200 juta dollar AS hingga 350 juta dollar AS (sekitar Rp 3,3 triliun sampai Rp 5,9 triliun).

Adapun BrahMos Aerospace merupakan perusahaan yang dimiliki bersama oleh pemerintah India dan Rusia.

*Rudal supersonik berkecepatan tinggi

Rudal BrahMos dikenal sebagai salah satu rudal jelajah tercepat yang saat ini beroperasi di dunia. Sistem senjata ini dikembangkan bersama oleh India dan Rusia melalui kerja sama antara Defence Research and Development Organisation (DRDO) milik India dan perusahaan Rusia NPO Mashinostroyenia.

Nama BrahMos sendiri berasal dari dua sungai besar di kedua negara, yakni Sungai Brahmaputra di India dan Sungai Moskva di Rusia. Rudal ini mampu melaju dengan kecepatan sekitar Mach 2,8 hingga Mach 3 atau hampir tiga kali kecepatan suara.

Versi ekspor rudal tersebut memiliki jangkauan sekitar 290 kilometer, sementara varian yang lebih baru dapat mencapai lebih dari 400 kilometer. BrahMos juga dirancang dengan tingkat presisi tinggi serta kemampuan terbang pada ketinggian rendah untuk menghindari deteksi radar.

*Rudal ini dapat diluncurkan dari berbagai platform, mulai dari darat, kapal perang, kapal selam hingga pesawat tempur.

Di India, rudal tersebut telah digunakan oleh Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara sebagai bagian dari kemampuan serangan presisi jarak jauh.

Sebelum Indonesia, Filipina menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang membeli sistem BrahMos dari India.Negara tersebut menandatangani kontrak pembelian pada 2022 dan mulai menerima pengiriman rudal pada 2024. Perkuat pertahanan perairan Indonesia Pengadaan rudal BrahMos dinilai sejalan dengan upaya Indonesia meningkatkan pertahanan wilayah maritimnya yang luas.

Negara tersebut menandatangani kontrak pembelian pada 2022 dan mulai menerima pengiriman rudal pada 2024.

Pengadaan rudal BrahMos dinilai sejalan dengan upaya Indonesia meningkatkan pertahanan wilayah maritimnya yang luas. Indonesia memiliki posisi geografis strategis yang mencakup berbagai jalur pelayaran penting dunia, termasuk Selat Malaka serta jalur laut di sekitar Selat Sunda, Lombok, dan Makassar.

Penggunaan rudal anti-kapal berbasis darat seperti BrahMos dinilai dapat meningkatkan kemampuan Indonesia dalam mengamankan wilayah perairannya serta memperkuat daya tangkal militer di kawasan.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
5 Tahun, Indonesia Diyakini Punya 50 Startup Unicorn
Pomparan Raja Turnip Boru-Bere Indonesia Kunjungan Sejarah ke Samosir
Ma´ruf Amin: Tidak Boleh Ada Lagi Perlakuan Diskriminasi kepada Suatu Kelompok di Indonesia
Nurdin Tampubolon Silaturahim dengan Keluarga Besar Pendiri Tako Indonesia
Suporter Indonesia Butuh Payung Hukum
Maˊruf Amin Lebih Suka Sebut Indonesia Sebagai Darul Mitsaq
komentar
beritaTerbaru