Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 17 Juni 2026

BGN Hentikan Sementara Program MBG saat Libur Sekolah, Lakukan Evaluasi dan Audit Total

Redaksi - Selasa, 16 Juni 2026 21:07 WIB
153 view
BGN Hentikan Sementara Program MBG saat Libur Sekolah, Lakukan Evaluasi dan Audit Total
Foto: Dok/BITV Online
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari

Jakarta (harianSIB.com)

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Kebijakan ini diambil untuk memberi ruang bagi evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program di seluruh Indonesia.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan, penghentian sementara tersebut akan dimanfaatkan untuk melakukan audit terhadap seluruh dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pelaksana program MBG.

"Kami memanfaatkan masa libur sekolah untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap program MBG, termasuk audit seluruh SPPG," kata Agustina usai menghadiri rapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Senin (15/6/2026), sebagaimana dilansir Kumparan.

Menurutnya, proses evaluasi ditargetkan berlangsung selama satu bulan dan dilanjutkan dengan pembenahan sistem dalam beberapa bulan berikutnya. Evaluasi mencakup aspek manajemen internal, operasional dapur, hingga efisiensi penggunaan anggaran negara.

Baca Juga:
Selain itu, BGN juga memperkuat koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), untuk memperbaiki dan mengintegrasikan data penerima manfaat program.

Agustina menegaskan, data yang valid dan terintegrasi menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan agar program berjalan tepat sasaran.

"Penguatan basis data menjadi fokus utama karena kebijakan yang baik harus didukung data yang akurat," ujarnya.

Dalam proses pembenahan tersebut, BGN juga akan melakukan transformasi pada aspek sumber daya manusia dan tata kelola organisasi.

Perubahan lainnya menyangkut skema insentif operasional dapur penyedia MBG. Selama ini, setiap dapur menerima insentif sebesar Rp6 juta per hari tanpa memperhitungkan jumlah penerima manfaat yang dilayani.

Ke depan, besaran insentif akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat dan standar kualitas pangan yang disediakan masing-masing dapur.

BGN juga membuka kemungkinan untuk menggabungkan beberapa dapur yang memiliki cakupan layanan kecil atau menutup dapur yang dinilai tidak efisien.

Melalui evaluasi tersebut, pemerintah menargetkan tata kelola program MBG menjadi lebih rapi, terstruktur dan efektif saat kembali dijalankan setelah masa libur sekolah berakhir.

Selain pembenahan sistem, BGN menetapkan kelompok rentan yang dikenal sebagai kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita atau anak non-PAUD, sebagai sasaran prioritas utama program MBG.

Kebijakan itu merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat sejak dini.

Seluruh dapur penyedia MBG diwajibkan memprioritaskan penyaluran makanan bergizi seimbang kepada kelompok 3B.

Penyaluran makanan tersebut juga akan disertai edukasi gizi yang mengacu pada pedoman teknis khusus agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal.

Selain ibu hamil dan ibu menyusui, program ini juga menyasar balita serta anak-anak yang belum memasuki jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) guna memastikan kebutuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan terpenuhi dengan baik. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
14 Desa di Kecamatan MBG Antusias Sambut Perdes Penertiban Ternak
komentar
beritaTerbaru