Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 02 Oktober 2026

Titiek Soeharto Apresiasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan Nasional

Leo Bastari Bukit - Senin, 22 Juni 2026 18:41 WIB
355 view
Titiek Soeharto Apresiasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan Nasional
Foto Dok/Lapas Pancurbatu
KUNJUNGAN: Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto didampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto saat kunjungan kerja ke Nusakambangan, Sabtu (20/6/2026).

Cilacap(harianSIB.com)

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto memberikan apresiasi terhadap transformasi kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi sentra ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Nusakambangan, Sabtu (20/6/2026), didampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Dalam kunjungan tersebut, Titiek meninjau berbagai program unggulan yang dikembangkan di kawasan pemasyarakatan itu.

Beberapa di antaranya adalah Workshop Fly Ash Bottom Ash (FABA), pertanian dan peternakan terpadu, produksi pupuk organik, Balai Latihan Kerja konveksi, pengolahan sampah, budidaya perikanan, tambak udang vaname, hingga budidaya sidat.

"Atas nama Komisi IV, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Menteri dan jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mudah-mudahan usaha ini bisa ditiru dan diduplikasi di tempat-tempat lain," ujar Titiek.

Menurutnya, Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai kawasan pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan tinggi kini telah berubah menjadi kawasan yang produktif dan mampu menghasilkan berbagai komoditas pangan serta produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Nusakambangan yang kita dengar selalu seram, bayangannya Alcatraz. Ternyata setelah ke sini, sangat ramah dan bisa menghasilkan begitu banyak produk bermanfaat untuk kita semuanya," katanya.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti berbagai masukan dan arahan dari Komisi IV DPR RI sebagai bagian dari upaya penyempurnaan program yang telah berjalan.

Ia menjelaskan, pemanfaatan lahan kosong atau idle di seluruh lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan terus dioptimalkan guna mendukung program ketahanan pangan nasional.

"Tadi kami juga mohon beberapa evaluasi dan arahan, serta akan kami tindak lanjuti, termasuk upaya-upaya perbaikan dari apa yang sudah kita kerjakan. Kami sudah laporkan kepada beliau bahwa seluruh lapas dan rutan memanfaatkan lahan idle yang ada untuk dioptimalkan dalam membangun program ketahanan pangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dari dalam," ungkap Agus.

Saat ini, Nusakambangan telah mengelola sekitar 135 hektare lahan produktif yang dimanfaatkan untuk berbagai sektor usaha. Program tersebut melibatkan ratusan warga binaan dalam kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, konveksi, pengolahan sampah, hingga budidaya udang dan sidat.

Transformasi Nusakambangan ini menjadi bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan keterampilan dan pengalaman kerja bagi warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat serta berkontribusi secara positif setelah menyelesaikan masa pembinaan. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
Rantauprapat Diselimuti Asap Lagi

Rantauprapat Diselimuti Asap Lagi

Rantauprapat(harianSIB.com)Kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, kembali diselimuti kabut asap, Jumat (2/10/2026). Kondisi tersebut memb