Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 06 Agustus 2026

Dokter dan Nakes Minta Maaf Usai Komentar ke Yurizal, Pemeriksaan Etik Dimulai

Redaksi - Kamis, 06 Agustus 2026 09:14 WIB
136 view
Dokter dan Nakes Minta Maaf Usai Komentar ke Yurizal, Pemeriksaan Etik Dimulai
Dok. Media Sosial
Tangkapan layar unggahan dan komentar di media sosial yang memicu polemik dalam kasus almarhum Yurizal Tri Chaerawan. Kemudian postingan permintaan maaf dari pengunggah komentar.

Jakarta (harianSIB.com)

Kasus komentar bernada mengejek terhadap pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan, yang kemudian meninggal dunia, berbuntut permintaan maaf dari sejumlah tenaga kesehatan serta pemeriksaan etik oleh institusi terkait. Peristiwa ini memicu sorotan publik terhadap etika komunikasi tenaga kesehatan di media sosial.

Yurizal sebelumnya mengunggah keluhannya melalui media sosial Threads pada 22 Juli 2026. Dalam unggahannya, ia mengaku telah menunggu ruang rawat inap selama delapan jam sebagai peserta BPJS Kesehatan. Ia tidak menyebut nama rumah sakit maupun tenaga medis tertentu.

Unggahan tersebut justru mendapat sejumlah balasan bernada merendahkan dari akun yang diketahui dimiliki tenaga kesehatan. Salah satu komentar menyarankan Yurizal memotong urat nadinya agar lebih cepat memperoleh kamar perawatan. Komentar lain menyebut kamar jenazah sebagai ruangan yang selalu kosong. Tangkapan layar komentar-komentar tersebut kemudian viral di media sosial.

Situasi berubah setelah keluarga mengumumkan Yurizal meninggal dunia pada Jumat (31/7/2026). Kabar itu memicu gelombang kecaman publik terhadap para pemberi komentar yang dinilai tidak menunjukkan empati kepada pasien.

Baca Juga:
Salah satu tenaga kesehatan yang menjadi sorotan adalah Widhiyarini Pangestika. Melalui pernyataan terbuka, ia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhum serta mengakui komentarnya tidak pantas dan tidak mencerminkan etika maupun profesionalisme tenaga kesehatan.

"Saya menyesali perbuatan tersebut dan berjanji akan lebih menjaga sikap, tutur kata, serta perilaku, baik di dunia nyata maupun media sosial," tulis Widhiyarini dalam pernyataan permintaan maafnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Massa Gebrak Berunjukrasa di Kantor BPJS Kesehatan Padangsidimpuan
Penelitian: Media Sosial dan Selfie Mengubah Seseorang Menjadi Narsis
20 Dokter Internship Angkatan VI Ditugaskan di Labura
2019, Iuran BPJS Kesehatan Naik
Banyak Dokter di Malaysia Lulusan dari USU, Tapi Masyarakat Sumut Berobat ke Penang
Akbar Wibriansyah Jadi Dokter Sapujagad Akibat Gempa Palu
komentar
beritaTerbaru