Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 18 September 2026

Walhi Laporkan 372 Perusahaan Terindikasi Karhutla ke Presiden

Redaksi - Jumat, 18 September 2026 14:41 WIB
150 view
Walhi Laporkan 372 Perusahaan Terindikasi Karhutla ke Presiden
ANTARA FOTO/Auliya Rahman
Ilustrasi penanganan karhutla.

Jakarta(harianSIB.com)

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) melaporkan 372 perusahaan yang terindikasi terlibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Presiden Prabowo Subianto. Laporan disampaikan melalui surat tertulis kepada Kementerian Sekretariat Negara.

Direktur Eksekutif Walhi Nasional Boy Jerry Even Sembiring dalam suratnya, seperti dilansir dari SabangMerauke News menyebut bahwa laporan tersebut merupakan tindak lanjut komitmen Presiden untuk menindak tegas pelaku karhutla, termasuk korporasi yang terbukti terlibat.

Jumlah perusahaan yang dilaporkan meningkat dari 262 perusahaan pada laporan sebelumnya, 11 September 2026. Tambahan data berasal dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Papua.

Dari 372 perusahaan tersebut, sebanyak 223 merupakan pemegang HGU atau bergerak di sektor perkebunan, 148 pemegang konsesi hutan (PBPH), dan satu perusahaan pemegang izin usaha pertambangan. Sebanyak 47 perusahaan berada di Riau.

Baca Juga:
Walhi juga telah melakukan pemantauan lapangan terhadap tujuh perusahaan di Kalimantan Selatan dan Riau untuk memperkuat data terkait lokasi yang terindikasi mengalami karhutla.

"Pemantauan lapangan ini dilakukan untuk memperkuat data dan informasi mengenai kondisi di lokasi yang terindikasi mengalami karhutla," kata Boy. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jokowi Divonis Lawan Hukum, Walhi: Presiden Masih Setengah Hati
Antisipasi Karhutla, Masyarakat Lubuk Barumun Diimbau Hindari Pembakaran di Areal Perkebunan
Divonis Melawan Hukum, Jokowi: Yang Jelas Karhutla Turun 85 Persen
Jokowi Divonis Lakukan Perbuatan Melawan Hukum di Karhutla
PTUN Medan Jadwalkan Sidang Gugatan Walhi Sumut Atas Izin PLTA Batangtoru
Bertemu Walhi, KPK Diminta Bongkar Korupsi Sumber Daya Alam
komentar
beritaTerbaru