Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 25 September 2026

276 Warga Batang Keluhkan Mual dan Pusing Usai Santap MBG, Pemkab Siapkan 4 Layanan Kesehatan

Redaksi - Jumat, 25 September 2026 10:00 WIB
163 view
276 Warga Batang Keluhkan Mual dan Pusing Usai Santap MBG, Pemkab Siapkan 4 Layanan Kesehatan
Ist/SNN
276 warga di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalami keluhan mual dan pusing setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa pada Selasa (22/9/2026).

Jawa Tengah(harianSIB.com)

Sebanyak 276 warga di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalami keluhan mual dan pusing setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa pada Selasa (22/9/2026). Sejumlah warga kemudian mendapat perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Batang langsung menyiapkan empat layanan kesehatan untuk menangani warga yang terdampak. Keempat fasilitas tersebut yakni Puskesmas Batang, RSU Limpung, Puskesmas Subah dan RSUD Kalisari Batang.

Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan, hingga Rabu (23/9/2026) malam, jumlah warga yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi MBG tercatat mencapai 276 orang.

"Update jam 20.38 WIB, total 276 (orang) yang terdampak di Bawang. Jadi perkembangan nantinya kita tunggu, saat ini kita perhatian bersama," kata Suyono saat ditemui di RSUD Kalisari, dilansir detikJateng, Rabu malam, sebagaimana dilansir Detikcom.

Baca Juga:
Menurut Suyono, keluhan mulai dirasakan beberapa jam setelah para siswa mengonsumsi makanan yang dibagikan dalam program MBG. Para siswa diketahui menyantap makanan sekitar pukul 11.00 WIB, sementara gejala mulai muncul pada siang hingga sore hari.

"Yang anak sekolah makan jam 11.00 WIB, tapi terasanya sore, jam 01.00 (13.00 WIB) atau jam 02.00 (14.00 WIB)," ujarnya.

Tidak hanya siswa, sejumlah orang tua juga mengalami keluhan serupa setelah mencicipi makanan MBG yang dibawa pulang oleh anak mereka. Gejala yang dirasakan antara lain mual dan pusing.

Pemkab Batang selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengambil sampel makanan MBG yang dikonsumsi warga. Sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan tersebut.

"Kita tunggu bersama, sambil menunggu hasil lab. Tadi saya sudah telepon Dinas Kesehatan agar mengambil sampel," tutur Suyono.

Suyono menyebut telur menjadi salah satu menu yang dicurigai sebagai penyebab awal munculnya keluhan. Dugaan tersebut muncul setelah sejumlah warga mengeluhkan rasa telur yang berbeda sebelum mengalami mual.

Namun, ia menegaskan dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab gangguan kesehatan yang dialami warga. Kepastian mengenai penyebabnya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

"Telur, makan telur, rasanya beda. Setelahnya menjadi mual. Tadi saya tanya pusing dan mual," katanya.

Sementara itu, pemerintah daerah masih memantau perkembangan kondisi warga yang menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami warga setelah mengonsumsi menu MBG tersebut.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
BGN Tutup Permanen Dapur MBG yang Bikin Ratusan Siswa di Karo Keracunan
Siswi Keracunan MBG di Karo Sudah Kembali Sekolah
MBG Dikritisi, Marapi: Program Ini Perlu Dievaluasi
Wapres Gibran : 2 Siswa Karo Keracunan MBG yang Dirawat di RSCM Sudah Bisa Pulang
Puluhan Pelajar SD di Galang Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap MBG
Ketua DPRD Karo Datangi BGN di Jakarta Desak Beri Kompensasi Korban Keracunan MBG
komentar
beritaTerbaru