Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

HKBP Perkuat Bukti Sejarah dan Hukum demi Pertahankan Kepemilikan RSU Tarutung

Anwar Lubis - Minggu, 30 Agustus 2026 15:29 WIB
120 view
HKBP Perkuat Bukti Sejarah dan Hukum demi Pertahankan Kepemilikan RSU Tarutung
Foto: Dok/hkbp.or.id
Seminar internasional membahas sejarah dan warisan pelayanan kesehatan HKBP di Tanah Batak, di Auditorium HKBP Seminari Sipoholon, Senin (24/8/2026)

Tarutung(harianSIB.com)

Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) mempertegas langkah hukum dan historis untuk mengukuhkan kepemilikan sah atas Rumah Sakit Umum (RSU) Tarutung.

Penegasan itu disampaikan dalam seminar internasional dan diskusi publik bertajuk "Sejarah dan Warisan Pelayanan Kesehatan HKBP di Tanah Batak Sebelum Berdirinya NKRI" yang digelar Senin (24/8/2026), di Auditorium HKBP Seminari Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

Dikutip melalui kanal YouTube resmi HKBP, Sabtu (29/8/2026), forum ilmiah bertaraf internasional itu memaparkan sejumlah bukti yuridis yang sebelumnya memenangkan HKBP dalam gugatan di tingkat Pengadilan Tinggi Medan.

Ephorus HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan MST menegaskan keyakinan RSU Tarutung merupakan milik sah HKBP bersandar pada empat bukti utama.

Baca Juga:
Pertama, surat resmi penyerahan dari Rheinische Missionsgesellschaft (RMG). Kedua, Surat Keputusan Menteri Kesehatan tahun 1954. Ketiga, nota kesepakatan pimpinan HKBP tahun 2016. Keempat, catatan sejarah resmi dari United Evangelical Mission (UEM).

"Pengadilan Tinggi Medan telah menguji dan mengakui HKBP sebagai pemilik sah, dan kami optimistis Mahkamah Agung akan menguatkan putusan ini pada tingkat kasasi," kata Victor.

Dukungan turut disampaikan Sekretaris Jenderal UEM Pdt Dr Andar Pasaribu yang menegaskan ketersediaan arsip UEM di Wuppertal, Jerman, untuk digunakan sepenuhnya oleh HKBP dalam proses hukum tersebut.

"Arsip bukan sekadar kertas tua, melainkan memori gereja dan instrumen vital untuk mempertahankan hak hukum. Sebagai anggota UEM, HKBP berhak penuh menggunakan seluruh dokumen di Wuppertal demi menegakkan keadilan sejarah," ujar Andar.

Sementara itu, Dosen Sekolah Tinggi Teologi (STT) HKBP Pendeta Dr Hulman Sinaga memaparkan kondisi kesehatan masyarakat Batak pada abad ke-19 sebelum kedatangan misi RMG.

Menurutnya, ketidakmampuan mengidentifikasi penyakit membuat masyarakat kala itu bergantung pada praktik dukun magis atau datu, sementara penyakit menular seperti kusta dianggap sebagai kutukan yang harus diasingkan.

"Sebelum misionaris datang, orang Batak memahami sakit penyakit secara fatalistik dan magis," kata Hulman.

Ia menuturkan, RMG kemudian mengambil alih peran pelayanan kesehatan dengan membawa obat-obatan modern seperti kina untuk mengatasi wabah malaria, serta merawat penderita kusta secara manusiawi.

Pelayanan itu pun disebut membuat ratusan dukun secara sukarela meninggalkan praktik magisnya dan menerima pembaptisan.

Hulman menambahkan, hak kepemilikan tanah dan lokasi misi turut dilindungi oleh Traktat Aglo-Dutch Treaty 1824, yang menjadi dasar penyerahan penuh aset dari RMG kepada HKBP pada 1948.

Di bagian lain, Ephorus Emeritus Pdt Dr Darwin Lumbantobing memaparkan kerangka teologis dan sosial pelayanan kesehatan yang digagas Dr Ingwer Ludwig Nommensen melalui konsep hamajuan (kemajuan) yang diwujudkan dalam kompleks pergodungan, tempat gereja, sekolah dan fasilitas kesehatan dibangun dalam satu kawasan terpadu.

Ia mengungkapkan dokumen serah terima Kementerian Kesehatan RI tertanggal 19 Desember 1954 secara jelas mencantumkan pengembalian aset kepada HKBP, bukan hanya RSU Tarutung, melainkan juga rumah sakit di Balige, Poliklinik Dolok Sanggul, Poliklinik Sipirok dan perkampungan Salem.

"Sangat miris jika hari ini banyak aset historis tersebut beralih fungsi atau dikuasai tanpa hak. Kita tidak hanya menuntut Tarutung, tetapi harus menyelamatkan seluruh warisan pelayanan HKBP," kata Darwin, seraya menegaskan, secara de jure, bangunan dan lahan RSU Tarutung adalah milik sah HKBP yang telah diakui pemerintah pusat pascakemerdekaan.

Selain itu, sejarawan Pdt Ebenezer Lumbangaol MSi PhD menyebut HKBP telah berdiri sebagai pelopor modernisasi kesehatan terbesar di wilayah Sumatera sebelum Indonesia merdeka. Hingga 1940, HKBP disebut mengelola jaringan 28 unit lembaga kesehatan yang terintegrasi, terdiri dari dua rumah sakit induk, 14 rumah sakit pembantu, 2 rumah sakit khusus dan 12 poliklinik.

"HKBP adalah raksasa pelayanan kesehatan yang berhasil melatih bidan, mantri dan dokter pribumi pertama, seperti dr Hadian Sinaga, jauh sebelum negara Indonesia terbentuk," kata Ebenezer.

Sementara itu, Pdt Morhan Dolok Saribu MTH memaparkan sejarah Rumah Sakit Pearaja yang didirikan pada 1900 dan direlokasi ke Tarutung pada 1932. Ia menyebut dinamika Perang Dunia II sempat membuat pemerintah kolonial Belanda menyita aset RMG melalui lembaga BNZ

Namun katanya, pada 1 Oktober 1948, RMG menyerahkan seluruh hartanya secara hukum kepada HKBP, yang kemudian dikukuhkan kembali oleh pemerintah Republik Indonesia pada 1954.

Seminar internasional itu ditutup dengan penerbitan komunike bersama yang mendesak Pemerintah Kabupaten Taput dan Mahkamah Agung menghormati bukti sejarah dan dokumen hukum yang berlaku dalam proses kasasi sengketa RSU Tarutung.

Bagi HKBP, perjuangan mengembalikan RSU Tarutung disebut bukan sekadar perebutan aset fisik, melainkan penegakan keadilan sejarah sekaligus pemeliharaan warisan pelayanan kasih bagi kesehatan masyarakat Indonesia (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Buntut Sengketa Tanah 250 Hektare, Bupati Taput Siapkan Rapat Lintas Pihak
SKT Diduga Terbit Diam-diam Sejak 2022, Picu Konflik Tanah 250 Hektare di Tarutung Taput
Christian Got Talent Kids Season II HKBP Sentosa, Anak-anak Tampilkan Talenta untuk Memuliakan Tuhan
Peringatan HUT Ke - 81 RI di Gereja HKBP Ressort Tanjung Sari Medan Khidmat
HKBP Sentosa Ujung Serdang Gelar Upacara dan Lomba Meriahkan HUT ke-81 RI
PS Immanuel HKBP UAS Medan Rayakan Ulang Tahun ke-33 Secara Sederhana
komentar
beritaTerbaru
Kota Sibolga Marak Rayap Besi

Kota Sibolga Marak Rayap Besi

Sibolga(harianSIB.com)Kota Sibolga yang dari dahulu terkenal aman sepertinya sudah tidak seaman dulu lagi.Masalahnya, sekarang disana banyak

Penembakan di Swiss, 1 Orang Tewas

Penembakan di Swiss, 1 Orang Tewas

Bern(harianSIB.com)Penembakan di Swiss utara menewaskan satu orang dan melukai setidaknya lima orang. Beberapa di antara yang terluka mengal