Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026

JK: Golkar Ada Dua, yang Waras Pasti Pilih Saya

* Jokowi-JK Usung Gagasan Revolusi Mental
- Jumat, 13 Juni 2014 10:28 WIB
537 view
JK: Golkar Ada Dua, yang Waras Pasti Pilih Saya
Antara Foto/Ismar Patrizki
Cawapres nomor urut dua, Jusuf Kalla (kanan), didampingi Walikota Makassar, Danny Pomanto (kiri), mengamati pantai Losari, Makassar, Sulsel, Kamis (12/6/2014). Cawapres Jusuf Kalla yang berpasangan dengan Joko Widodo melakukan sejumlah kunjungan dan kegia
Mamuju (SIB)- Dalam rangkaian kampanye di Mamuju, cawapres Jusuf Kalla ditemani oleh Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh, yang merupakan kader Golkar. Jusuf Kalla menyambut baik kehadiran Anwar dalam kampanyenya.

"Golkar itu ada dua. Golkar yang waras pasti memilih kader bekas ketua umumnya dibanding ketua partai lain," kata Jusuf Kalla menyinggung kehadiran Anwar di kampanyenya dalam sambutan di kawasan rumah ada Mamuju, Sulbar, Kamis (12/6/2014).

"Dia (Anwar) tidak datang sebagai politisi walau dia ketua Golkar," imbuh JK kepada sang gubernur disambut tepuk tangan seribuan masyarakat yang hadir.
Pernyataan JK merujuk pada dirinya sebagai bekas ketua umum Partai Golkar yang kini maju sebagai cawapres. Sementara Golkar yang dipimpin Ical, saat ini justru mendukung Prabowo-Hatta.

"Masa pilih saingan? Ya,, patuh memang, tapi jangan lupa itu hanya sebentar saja. Dua bulan lagi ada pergantian (ketum Golkar-red). Ini politik. Jadi waras-waras saja lah," tuturnya.

"Jadi ada waras setengah, waras super waras, ada yang sangat patuh membabibuta (mengikuti pilihan ketua umum) tidak tahu tujuannya," tambah JK.
Dengan mengatakan itu, JK bermaksud mengajak masyarakat dan kader partai realistis memilih calon pemimpin yang dapat dipercaya. Meski, JK mengatakan ia menghormati hak demokrasi masing-masing.

"Namun demikian yang diplih bukan partai, tapi orang. Partai pendukung orang, tapi bukan lambang yang dipilih tapi orang. Salah pilih orang salah negara ke depan. Benar pilihnya, negara maju 4 tahun ke depan," tegas JK disambut tepuk tangan pendukungnya.

JOKOWI-JK Usung Gagasan Revolusi Mental
Pasangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) mengusung gagasan revolusi mental dalam Pilpres 2014. Cawapres Jusuf Kalla, menjelaskan makna revolusi mental adalah peningkatan taraf hidup rakyat dan memberikan semangat agar rakyat berusaha.

"Apa itu revolusi mental? Memberikan pendidikan yang lebih baik, semangat untuk maju. Saya bilang ke Gubernur (Sulbar), Anda sebagai gubernur harus tahu aspirasi rakyatnya. Jadi gubernur harus hadir bersama kita," kata JK.

Hadir dalam kesempatan itu sekitar seribuan pendukung Jokowi-JK. Tampak juga pemda setempat dan Gubernur Sulbar yang terpilih diusung Golkar Anwar Adnan Saleh.

Menurut JK, kehadiran Gubernur Anwar di kampanyenya sebagai pribadi hanya untuk mendengar aspirasi rakyat, bukan berkampanye meski dia ketua Golkar di Sulbar.

"Kalau ada calon lain datang, gubernur hadir juga mendengar aspirasi rakyat. Bagaimana gubernur bisa bertindak baik kalau tidak mendengar rakyat? Gubernur dipilih rakyat bukan atasan," ujarnya masih soal revolusi mental.

JK lalu menjelaskan, setiap bangsa yang ingin maju perlu dua hal, yaitu program yang baik dan pemimpin baik yang menjalankan program tersebut.

"Daerah tidak maju kalau tidak ada gubernur, bupati, walikota yang baik. Negara perlu pemimpin yang baik, yang jujur, amanah, mengerti bangsa ke depan. Itulah kita datang dan yang kita tuju bulan ini," ucap mantan Wapres itu.

JK kembali menyinggung soal debat capres cawapres lalu, yang menurut JK menunjukkan karakter dan visi calon presiden dan calon wakil presiden.

"Tentu pemimpin dapat dilihat dari caranya. Siapa lihat debat lalu? Tentu lihat pemimpin yang paham negaranya dan yang marah-marah melihat negaranya. Nomor berapa?," tanya JK.

"Dua..!!!" Teriak pendukung.

"Itu yang paham, tidak perlu marah. Jadi itu yang kita harapkan suatu bangsa ke depan pemimpin yang mengerti bangsanya, yang jujur dapat dipercaya.

Karena itu bagaimana kita jalankan amanah di samping kita mengerti bangsanya," tegas JK disambut tepuk tangan. (detikcom/h)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru