Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026

Penumpang Garuda Indonesia Tujuan Amsterdam Meninggal Dalam Perjalanan

- Senin, 16 Juni 2014 15:19 WIB
540 view
 Penumpang Garuda Indonesia Tujuan Amsterdam Meninggal Dalam Perjalanan
Jakarta (SIB)- Seorang penumpang pesawat Garuda Indonesia tujuan Amsterdam dari Jakarta meninggal di udara. Penumpang yang belum diketahui identitasnya itu diduga meninggal akibat serangan jantung.

Salah satu penumpang pesawat dengan nomor penerbangan GA88 bernama Fitria Hayati menuturkan pesawat berangkat pada pukul 00.40 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta. Pesawat mengudara dalam cuaca buruk, kemudian 2 jam berikutnya awak pesawat mengeluarkan pengumuman.

"Pukul 02.00 WIB, tiba-tiba diumumkan apa ada dokter di pesawat, karena ada penumpang yang sakit," kata Fitria, Minggu (15/6).

Fitria yang duduk di barisan kursi nomor 45 itu kemudian melihat ke barisan kursi di belakangnya. Ia melihat sosok pria berbadan besar, berambut putih, hidung mancung dan usia sekitar 60 tahunan tampak memegang dadanya seperti menahan sakit.

"Kemungkinan dia keturunan Belanda. Informasi di antara penumpang, dia sakit jantung. Beberapa saat dia sesak napas dan saat berangkat cuaca buruk, sempat ditolong dengan oksigen dan dokter juga datang, tapi ternyata dia sudah meninggal," kata Fitria.

"Meninggal di tempat duduknya, tidak ada kepanikan karena pihak awak pesawat langsung bekerja efisien. Kebanyakan penumpang saat itu juga tidur, cuma saat mereka bangun, mereka kaget sampainya di Jakarta," tambah Fitria.

Pilot kemudian mengarahkan pesawat untuk mendarat darurat di Medan, namun pihak Garuda Indonesia meminta pesawat kembali ke Cengkareng. Pesawat pun mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 07.00 WIB.

"Semua diminta turun duluan, kemudian pihak berwenang masuk. Sepertinya ada ambulans di bawah," ujar Fitria.

Menurut Fitria, pihak Garuda Indonesia memberikan 2 opsi kepada para penumpang GA88. Opsi pertama adalah menunggu penerbangan pukul 14.00 WIB di hotel yang disediakan maskapai plat merah ini. Opsi kedua adalah dengan memanfaatkan connecting flight dengan maskapai lainnya.

"Kebanyakan penumpang mempertanyakan mendarat kembali ke Jakarta. Garuda memberikan connecting flight dan hotel yang disediakan cuma-cuma ke penumpang lainnya," ujar Fitria.

Sementara itu, Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto ketika hendak dikonfirmasi tidak mengangkat panggilan telepon. Konfirmasi melalui pesan singkat pun belum terbalaskan hingga berita ini diturunkan.

WN Belanda

Seorang penumpang pesawat Garuda Indonesia tujuan Jakarta-Amsterdam meninggal di atas ketinggian lebih dari 30.000 kaki. Penumpang yang meninggal itu diketahui berjenis kelamin laki-laki dan warga negara Belanda.

"Dia warga negara Belanda, nanti Garuda Indonesia berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Belanda," kata Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto.

Menurut Pujo, pesawat dengan nomor penerbangan GA88 itu meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 00.45 WIB. Pesawat telah mengudara selama 4 jam, lalu awak kabin meminta bantuan penumpang yang berprofesi sebagai dokter untuk menolong penumpang yang kesakitan di kursi 49C.

"Itu pesawat direct flight Jakarta-Amsterdam dengan lama perjalanan 13 jam. Karena itu pilot memilih kembali ke bandara keberangkatan (Return To Base). Alasannya untuk segera dilakukannya medical assitant. Penumpangnya kemudian diketahui meninggal dunia," ujar Pujo.

Belum diketahui nama pria malang yang diduga meninggal akibat serangan jantung itu. Namun jenazahnya kini berada di Pusat Kesehatan Bandara Soekarno-Hatta untuk proses lebih lanjut. (detikcom/q)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru