Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 02 September 2026
Peringati Hari Veteran

SBY Minta Jokowi Pastikan Kedaulatan RI Tidak Diganggu Pihak Manapun

*PEsan Veteran ke Jokowi: Saatnya Memakmurkan Rakyat
- Selasa, 12 Agustus 2014 14:08 WIB
742 view
 SBY Minta Jokowi Pastikan Kedaulatan RI Tidak Diganggu Pihak Manapun
SIB/antara
HARI VETERAN: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kanan) didampingi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan)menghadiri peringatan Hari Veteran Nasional Tahun 2014 di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (11/8). Presiden SBY menetapkan tanggal 10 Agustus seb
Jakarta (SIB)- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam peringatan Hari Veteran Nasional 2014 meminta kepada Joko Widodo bila menjadi Presiden nanti untuk memastikan kedaulatan Indonesia tidak diganggu oleh pihak manapun.

"Hadir hari ini Bapak Jokowi, kita menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi, tetapi jika Bapak ditakdirkan jadi pemimpin Indonesia, harapan veteran dan rakyat Indonesia kita ingin kedaulatan dijaga tidak boleh siapapun menganggu kedaulatan kita," kata Presiden dalam acara yang berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta, Senin.

Presiden mengatakan Indonesia harus maju dan berkembang menjadi negara yang kuat dan tetap memiliki kedaulatan atas wilayahnya.

"Tahun 2045 mendatang, 100 tahun kemerdekaan RI, kita ingin Indonesia yang menjadi negara yang kuat dan maju, politik kuat, ekonomi kuat, pertahanan kuat, bagaimanapun kekuatan pertahanan harus kita jaga, keutuhan NKRI adalah harga mati," kata Presiden, menegaskan.

Selain itu, Kepala Negara juga mengingatkan setiap keputusan politik yang menyatakan perang maka para pemimpin politik harus menghitung secara cermat konsekuensi dari keputusan itu.

"Perang adalah jalan terakhir. Kalau memang cara politik dan diplomasi tidak bisa selesaikan masalah, bagi Indonesia maka perang harus dilaksanakan. Jika kedaulatan NKRI kapanpun oleh pemimpin dan rakyat Indonesia (dimanapun-red) adalah harga mati," tegasnya.

Dalam peringatan Hari Veteran Nasional tersebut hadir Ketua LVRI Letnan Jenderal (Purn) Rais Abin, Ibu Negara Ani Yudhoyono, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Panglima TNI, Kapolri dan para pejabat lainnya, termasuk Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo serta anggota LVRI.

Saatnya Memakmurkan Rakyat

Sekitar 800 veteran menghadiri acara yang diselenggarakan di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (11/8). Para mantan pejuang bangsa ini menitipkan sejumlah pesan untuk Jokowi.

"Dulu kami berjuang tanpa pamrih, rakyat yang menghidupi kami. Sekarang saatnya memakmurkan rakyat. Jangan sampai disengsarakan," kata Rochmat S (84), veteran dari Resimen Ronggolawe 28, Batalion 2.

Rochmat berharap, Jokowi sebagai presiden terpilih 2014-2019 dapat terus menjaga keutuhan NKRI. Jangan sampai rakyat terbelah karena perbedaan pendapat, suku, agama maupun golongan.

"Antarsuku harus bersatu. Pembangunan juga perlu diteruskan karena generasi muda memerlukan itu. Tapi politik Indonesia jangan didikte oleh kapitalis," katanya dengan penuh semangat.

Rochmat dan ratusan veteran lainnya mengenakan kemeja batik warna cokelat dan topi veteran warna cokelat. Meskipun fisik mereka sudah tak lagi sekuat dulu, para veteran dari berbagai kesatuan tersebut masih tampak bersemangat.

"Generasi muda teruskan jiwa patriotisme dan nasionalisme untuk menjaga kesatuan NKRI. Sekarang zamannya sudah enak. Mau beli apa saja bisa. Semangatnya harus lebih besar," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pesan Bung Karno yang menurutnya masih melekat di hatinya. "Almarhum Bung Karno berpesan, pelajarilah sejarah. Jangan lupakan sejarah. Jangan lupakan kami yang pernah berjuang," ucap Rochmat masih dengan semangat yang membara. (Ant/detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru