Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 Juli 2026

Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal, Tiga Polisi Gugur dalam Operasi Narkoba di Katingan

Redaksi - Minggu, 05 Juli 2026 18:09 WIB
128 view
Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal, Tiga Polisi Gugur dalam Operasi Narkoba di Katingan
Foto: Dok/TVOne
Aiptu Sumaryanto ditemukan gugur usai hilang saat operasi penggerebekan bandar sabu di Katingan, Kalimantan Tengah.

Jakarta(harianSIB.com)

Operasi pemberantasan narkotika di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, kembali memakan korban jiwa. Anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aiptu Sumaryanto, yang sebelumnya dilaporkan hilang, ditemukan meninggal dunia pada Minggu (5/7/2026) pagi.

Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto, jumlah anggota Polri yang gugur dalam operasi penggerebekan jaringan narkotika di Desa Tumbang Kalemei bertambah menjadi tiga orang. Sebelumnya, Aipda Yudhie Perdana Putra dan Bripda Nopandri Ramadhana juga dipastikan meninggal dunia dalam rangkaian operasi tersebut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, seperti dilansir tvonenews.com, mengatakan, pencarian terhadap Aiptu Sumaryanto dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan melibatkan personel gabungan dari Polda Kalimantan Tengah, Polairud, Kodim 1019/Katingan, Basarnas, serta masyarakat.

Tim melakukan penyisiran menggunakan tiga perahu karet dan delapan kapal kecil di sepanjang Sungai Katingan, kawasan hutan di bantaran sungai, hingga memperluas pencarian ke wilayah Pasar Desa Samba, Kecamatan Katingan Tengah.

Baca Juga:
Sekitar pukul 08.42 WIB, tim menerima laporan dari Babinsa Rantau Asem, Kopda Imam, mengenai penemuan sesosok jenazah di aliran Sungai Desa Rantau Asem yang berjarak sekitar empat kilometer dari lokasi kejadian di Desa Tumbang Kalemei.

Setelah dilakukan identifikasi, jenazah dipastikan merupakan Aiptu Sumaryanto. Selanjutnya korban dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya untuk penanganan lebih lanjut.

Insiden bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan menggelar operasi penindakan terhadap dugaan jaringan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Rabu (1/7/2026) malam. Operasi dilakukan setelah polisi menerima informasi mengenai seorang target berinisial BIO yang merupakan residivis kasus narkotika.

Sebanyak 12 personel diterjunkan dan dibagi ke dalam dua tim. Namun, setelah target berhasil diamankan, situasi berubah menjadi ricuh. Sejumlah orang yang berada di rumah target bersama warga sekitar melakukan perlawanan terhadap petugas.

Menurut Brigjen Eko Hadi Santoso, massa terus bertambah dan menyerang aparat menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan. Dalam kondisi terdesak, beberapa anggota berupaya menyelamatkan diri dengan berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan sambil menunggu bantuan.

Akibat penyerangan tersebut, Aipda Yudhie Perdana Putra gugur di lokasi karena mengalami luka akibat senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana sempat dinyatakan hilang. Bripda Nopandri kemudian ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (4/7/2026), di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, seberang Desa Tumbang Lahang.

Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto, seluruh personel yang sebelumnya dilaporkan hilang telah berhasil ditemukan. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan serta memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap anggota Polri saat operasi pemberantasan narkotika tersebut. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jasad Bripda Nopandri Ditemukan 37 Kilometer dari Lokasi Hilang, Pencarian Aiptu Sumariyanto Berlanjut
Anton, Mantan Polisi Terpidana Seumur Hidup Ditemukan Tewas di Sel Isolasi
Polsek Patumbak Gerebek Kampung Narkoba, Seorang Tersangka Diamankan
Edarkan Narkoba di Lokasi Hiburan Malam, 3 Tersangka Terancam Penjara 20 Tahun
Kapolres Sergai Ingatkan Kapolsek Baru Berantas Narkoba di Dolokmasihul
Diduga Edarkan Narkoba, Manager dan Karyawan Hiburan Malam Diciduk
komentar
beritaTerbaru