Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 14 Agustus 2026

Gubernur Lemhannas Harap Pimpinan LAZ Djalaludin Pane Foundation Sumut Lestarikan Nilai Kebangsaan

Oki Lenore - Jumat, 14 Agustus 2026 13:36 WIB
107 view
Gubernur Lemhannas Harap Pimpinan LAZ Djalaludin Pane Foundation Sumut Lestarikan Nilai Kebangsaan
Foto: Dok/LAZ DPF
Dr H TB Ace Hasan Syadzily MSi bersama Pimpinan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Djalaludin Pane Foundation, Ardian Ramadani Pulungan, di Jakarta.

Medan(harianSIB.com)

Pimpinan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Djalaludin Pane Foundation, Ardian Ramadani Pulungan, berhasil menyelesaikan Pelatihan untuk Pelatih (Training of Trainers) Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan Lemhannas RI Angkatan 39 yang berlangsung di Jakarta pada 16–23 Juli 2026. Ardian tercatat sebagai pimpinan LAZ pertama yang mengikuti dan lulus dalam program tersebut.

"Keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran filantropi dalam pembangunan bangsa. Bekal wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional yang diperoleh dari Lemhannas RI dinilai relevan dengan kerja lembaga zakat yang bersentuhan langsung dengan persoalan sosial dan ekonomi masyarakat," ujarnya, di Medan, Kamis (13/8/2026), usai bersilaturahmi dengan Gubernur Lemhannas Dr H TB Ace Hasan Syadzily MSi.

Menurutnya, ketahanan bangsa juga dibangun dari masyarakat yang mandiri, produktif dan saling menguatkan. Karena itu, filantropi tidak cukup hanya hadir memberi bantuan, tetapi harus mampu menciptakan kemandirian dan memperkuat ketahanan masyarakat," ujar Ardian.

Dia juga mengatakan, Gubernur Lemhanas minta pihaknya ikut melestarikan nilai kebangsaan serta apa yang didapat dari pelatihan tersebut di lingkungan keberadaannya.

Baca Juga:
Perspektif tersebut sejalan dengan berkembangnya ekonomi syariah sebagai bagian dari ketahanan ekonomi nasional. Ekonomi syariah tidak hanya mencakup perbankan dan industri halal, tetapi juga sektor riil, UMKM, pangan, perdagangan, serta keuangan sosial melalui zakat dan wakaf. Dalam konteks ini, zakat dapat diarahkan dari sekadar bantuan konsumtif menuju pemberdayaan, sementara wakaf berpotensi dikembangkan menjadi aset produktif untuk pendidikan, kesehatan, pertanian, dan ekonomi masyarakat.

"Ukuran keberhasilan zakat bukan hanya berapa yang dihimpun dan disalurkan, tetapi seberapa besar manfaatnya mampu mengubah kehidupan penerima menjadi lebih mandiri," kata Ardian.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gubernur Lemhannas akan Hadiri Munas ISKA di Medan
komentar
beritaTerbaru