Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

Menpera Klaim Fokus Bantu Masyarakat Miliki Rumah

- Sabtu, 25 Januari 2014 15:10 WIB
327 view
Menpera Klaim Fokus Bantu Masyarakat Miliki Rumah
Jakarta (SIB)- Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengklaim telah fokus guna membantu, terutama masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memiliki rumah layak huni dalam rangka mengatasi permasalahan "backlog" (kekurangan) perumahan di Tanah Air.

"Kemenpera akan terus fokus membantu masyarakat untuk membangun serta memiliki rumah yang layak huni," kata Djan Faridz dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menpera mencontohkan sejumlah program telah diresmikan seperti hasil pembangunan bedah rumah, sarana MCK komunal serta rumah susun sewa yang dibangun Kemenpera di sejumlah daerah.

"Saya harap program ini bisa membantu masyarakat serta Pemda setempat untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal agar lebih layak huni," ujarnya.
Menurut dia, pemerintah pusat melalui Kemenpera sangat memperhatikan warga miskin seperti saat awal dirinya menjabat, pemerintah hanya membantu sekitar 25.000 rumah warga miskin untuk dibedah.

Namun saat ini, ia mengemukakan bahwa jumlahnya ditingkatkan menjadi 250.000 unit rumah per tahun, sehingga lebih banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang menerima bantuan tersebut.

Sebagaimana diberitakan, LSM Indonesia Property Watch meminta pemerintah memberikan perhatian kepada insentif rumah murah guna mengatasi persoalan masih banyaknya warga berpenghasilan rendah yang belum memiliki tempat tinggal.

"Di tengah kejenuhan pasar properti khususnya segmen menengah atas, sebaiknya pemerintah memberikan perhatian bagi insentif rumah murah," kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda.

Menurut dia, perhatian yang lebih besar bagi insentif rumah murah karena kondisi saat ini dengan naiknya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dinilai bakal menggerus daya beli konsumen.

Ia juga mengingatkan bahwa hingga saat ini Kementerian Perumahan Rakyat masih belum efektif dalam menjalankan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Untuk itu, lanjutnya, FLPP yang dimaksud agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat lebih mudah dalam memiliki rumah, juga harus dirangkai dengan subsidi selisih bunga untuk properti di segmen menengah agar semua lapisan konsumen mempunyai kesempatan untuk memiliki hunian. (Ant/x)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru