Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

Menteri BUMN Didesak Hindari Merosotnya Kinerja BTN

- Senin, 27 Januari 2014 18:44 WIB
302 view
Menteri BUMN Didesak Hindari Merosotnya Kinerja BTN
Jakarta (SIB)- LSM Indonesia Property Watch mendesak Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk segera melakukan tindakan guna menghindari merosotnya kinerja Bank Tabungan Negara yang berperan penting dalam menyalurkan kredit sektor perumahan di Tanah Air.

"Menteri BUMN harus segera mengisi kekosongan (direksi BTN) yang ada untuk menghindari merosotnya kinerja Bank BTN," kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Ia mengingatkan bahwa sejak 6 Desember 2013, empat direksi BTN tidak lolos dalam uji kelayakan atau "fit and proper test" yang dilakukan Bank Indonesia (BI), yaitu Evi Firmansyah, Saut Pardede, Mas Guntur Dwi, dan Poernomo.

Dengan demikian, lanjutnya, maka secara otomatis saat ini Bank BTN hanya dikomandoi oleh 3 orang direksi yaitu Maryono, Irman Zahiruddin dan Mansyur S Nasution. 

"Evi Firmansyah dan Saut Pardede tidak dapat melanjutkan tugasnya sebagai anggota direksi perseroan, sedangkan Guntur dan Poernomo belum mendapat persetujuan dari BI sebagai direktur perseroan," ujarnya.

Ia berpendapat bahwa tidak lolosnya orang-orang tersebut merupakan buntut dari permasalahan kredit macet di Bank BTN, sehingga perlu dilakukan upaya restrukturisasi terhadap kredit bermasalah.  "Bank Indonesia menilai harus ada yang bertanggung jawab atas permasalah tersebut," ucapnya.

Menurut dia, bila Menteri BUMN tidak segera dilakukan maka dikhawatirkan penilaian atas saham perusahaan menjadi tidak baik yang berakibat merosotnya nilai saham.    

Alih-alih untuk menyelesaikan masalah kredit macet, lanjutnya, jangan sampai BTN dimanfaatkan oleh kepentingan politik menjelang Pemilu dengan permainan di bursa saham.

Selain itu, Ali mengingatkan peran Bank BTN harus tetap dipertahankan sebagai bank perumahan karena faktanya sampai saat ini belum ada bank yang sanggup untuk dapat mengelola dan menyalurkan kredit yang begitu besar untuk masyarakat menengah bawah di Indonesia.

"Kesiapan dan pengalaman Bank BTN dalam menyalurkan kredit perumahan dan kredit konstruksi bagi pengembang untuk membangun perumahan terbukti dengan melihat hampir 98 persen pangsa pasar KPR dikuasai oleh Bank BTN, khususnya segmen menengah bawah," kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch.

Untuk itu, Ali mendesak pemerintah segera mengambil langkah-langkah cepat untuk dapat menyelamatkan Bank BTN sebagai bank perumahan nasional. (Ant/x)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru