Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

Wirausaha Dua Persen Belum Mampu Makmurkan Indonesia

- Sabtu, 01 Februari 2014 17:17 WIB
447 view
Wirausaha Dua Persen Belum Mampu Makmurkan Indonesia
SIB/int
Wirausaha Muda
Jakarta (SIB)- Teori sosiolog David McClelland yang menyebutkan jumlah wirausaha dua persen menjadi prasyarat kemajuan suatu negara dinilai tidak bisa diterapkan di Indonesia karena wirausaha sebanyak dua persen dari populasi penduduk belum akan mampu memakmurkan negara ini.

"Teori itu tidak bisa diaplikasikan di Indonesia, karena dua persen dari jumlah penduduk itu belum mampu memakmurkan kita secara keseluruhan," kata Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Prakoso Budi Susetyo di Jakarta, Jumat (31/1/2014).

Teori yang dikemukakan sosiolog Harvard University itu tidak menyertakan indikator pemerataan pendapatan yang justru menjadi prasyarat adil makmur merata.

Menurut Prakoso, boleh jadi secara angka jumlah wirausaha tinggi namun faktanya suatu negara tidak sejahtera meskipun memenuhi prasyarat yang dikemukakan McClelland.

"Ini sejahtera dan maju untuk siapa, jangan-jangan hanya untuk segelintir orang saja," katanya.

Pihaknya mencatat saat ini jumlah wirausaha di Tanah Air sudah mencapai 1,65 persen tapi kenyataannya belum banyak yang merasakan kesejahteraan atau peningkatan hidup yang lebih baik.

"Kemakmuran tidak bisa dihitung dengan itu," kata Prakoso.

Oleh karena itu, ia justru menekankan kewirausahaanlah yang bisa diprogramkan sebagai salah satu upaya untuk memeratakan kesejahteraan.

Menurut dia, jumlah wirausaha di Indonesia tidak sekadar harus banyak tetapi juga merata di seluruh provinsi di Tanah Air.

Pihaknya sendiri tahun ini memprogramkan beragam rangkaian kegiatan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN).

"Kita tanamkan kemandirian di seluruh negeri, agar kesejahteraan itu merata. Kalau sudah adil makmur merata saat itulah negara kita bisa dikatakan maju," demikian Prakoso Budi Susetyo.  (Ant/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru