Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

Pengamat : Pertumbuhan Ekonomi Sumut 2013 6,01 % Lebih Buruk Dibanding PE 2012 Tumbuh 6,22 %

- Jumat, 07 Februari 2014 15:17 WIB
635 view
Pengamat : Pertumbuhan Ekonomi Sumut 2013  6,01 % Lebih Buruk Dibanding PE 2012 Tumbuh 6,22 %
SIB/int
Ilustrasi
Medan (SIB)- Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan,secara keseluruhan, laju pertumbuhan ekonomi Sumut di tahun 2013 sebesar 6.01% itu lebih buruk dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Sumut  di tahun 2012 yang mampu tumbuh sebesar 6.22%.

"Melambatnya laju pertumbuhan ekonomi  di propinsi ini tidak terlepas dari memburuknya kinerja ekspor Sumut  yang dipicu oleh melambatnya laju pertumbuhan ekonomi negara besar seperti Amerika Serikat, China, Eropa dan India,ujarnya kepada wartawan Kamis ( 6/2/2014).

Ia mengatakan,kontribusi sektor pengolahan terhadap laju pertumbuhan ekonomi  di propinsi itu  juga melambat. Maklum sektor ini sangat erat kaitannya dengan permintaan barang olahan komoditas Sumut  di luar negeri.

 Dikuartal 4 tahun 2013 PDRB Sumut secara YoY (Year on Year ) bahkan jauh lebih buruk dibandingkan kinerjanya di tahun 2012 silam. Dimana  jika dibandingkan dengan data pertumbuhan di kuartal ke 4 2013 sebesar 5.83% sementara di tahun 2012 masih mampu tumbuh 6.13%.

 Katanya,kontribusi terbesar PDRB  di propinsi ini  masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Yang jelas-jelas di tahun 2013 mendapat tekanan hebat dari kenaikan harga BBM. Dan sangat disayangkan, pembentukan modal tetap bruto hanya sebesar 21.57% atau sekitar 22 triliun untuk setiap kuartalnya, .Padahal,katanya, kita membutuhkan kesinambungan pembangunan yang pada dasarnya sangat menunjang pertumbuhan berkelanjutan di Sumut seperti infrastruktur.

Walau demikian, laju pertumbuhan ekonomi Sumut  tetap lebih baik dibandingkan nasional. Akan tetapi bila bicara kualitas pertumbuhan ekonomi Sumut  itu sendiri, maka kualitas pertumbuhan ekonomi di propinsi ini  lebih jelek karena laju tekanan inflasi di Sumut menyentuh 2 digit.

 Namun ia memprediksi tahun 2014 ini, pertumbuhan ekonomi   akan lebih baik lagi. Walaupun  pesimis mampu di atas 6.3%. Pemilu disebutnya  akan mendongkrak konsumsi masyarakat dan lagi-lagi penggerak utamanya yakni  konsumsi.

Namun di tengah ketidakpastian seperti saat ini, yang terpenting adalah menekan laju inflasi. sehingga pertumbuhan ekonomi  dapat ditingkatkan kualitasnya,ujarnya.(A3/w)
 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru