Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 26 April 2026

Minyakita Langka di Pasaran, Kenaikan Harga CPO dan Plastik Jadi Tantangan Produksi

Nelly Hutabarat - Rabu, 22 April 2026 17:46 WIB
425 view
Minyakita Langka di Pasaran, Kenaikan Harga CPO dan Plastik Jadi Tantangan Produksi
Foto: Dok
Gunawan Benyamin

Medan(harianSIB.com)

Kelangkaan Minyakita yang dikeluhkan masyarakat belakangan ini dinilai dipengaruhi meningkatnya tantangan produksi minyak goreng bersubsidi. Selain kewajiban pasok domestik bagi produsen sawit, lonjakan harga bahan baku seperti crude palm oil (CPO) dan plastik kemasan disebut menjadi faktor yang menekan ketersediaan produk di pasaran.

Hal itu disampaikan Pengamat Ekonomi Gunawan Benyamin, Rabu (23/4/2026).

Menurut Gunawan, produksi Minyakita diatur pemerintah, di mana produsen yang melakukan ekspor produk turunan kelapa sawit wajib lebih dahulu memenuhi alokasi kebutuhan dalam negeri. Namun di luar kebijakan tersebut, masih ada tantangan lain seperti kenaikan harga bahan baku plastik serta minyak sawit mentah yang terus menekan biaya produksi.

Setelah perang Iran–AS pecah, harga CPO sempat melonjak hingga 4.800 ringgit per ton dan kini masih berada di kisaran 4.560 ringgit per ton.

Baca Juga:
Kenaikan harga CPO tersebut memicu naiknya harga minyak goreng curah yang saat ini rata-rata dijual Rp21.300 per kilogram mengacu pada PIHPS Sumut. Padahal sebelum konflik memanas, harga minyak goreng curah masih berada dalam rentang Rp18.000 hingga Rp19.500 per kilogram. Kondisi ini membuat masyarakat beralih mencari Minyakita karena memiliki HET Rp15.700 per kilogram.

Namun di sejumlah tempat, Minyakita justru dijual di atas Rp20.000 per kilogram. Menurut Gunawan, ada beberapa tantangan yang dihadapi ke depan, yakni potensi melemahnya ekspor sawit di tengah perang Iran–AS, risiko kelebihan pasokan yang dapat memengaruhi realisasi DMO, serta kenaikan harga plastik akibat gangguan pasokan.

Ia menilai kebijakan produksi Minyakita layak dievaluasi agar lebih adaptif terhadap dinamika harga bahan baku. Meski demikian, harga CPO juga masih berpeluang terkoreksi apabila konflik berkepanjangan menekan permintaan global dan mengganggu fundamental industri sawit dari hulu hingga hilir. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kemenkeu dan Pengusaha Sudah Membahas Aturan Cukai Plastik
Kampanye Tanpa Sedotan Plastik Dilanjutkan KFC di Medan
Peringati Hari Lingkungan Hidup, Wali Kota Ajak Masyarakat Tebingtinggi Tidak Gunakan Kantongan Plastik
Kisah Sosialita Kecanduan Operasi Plastik yang Kini Punya $0 di Rekening
Pasca Ujicoba, Kualitas Jalan dengan Aspal Campuran Limbah Plastik Lebih Kuat
Indef Minta Pemerintah Jaga CPO dari Kampanye Hitam
komentar
beritaTerbaru