Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 21 September 2026

KPPU Dalami Kenaikan Harga dan Gangguan Pasokan Semen di Sumut

Rickson Pardosi - Rabu, 29 Juli 2026 14:11 WIB
515 view
KPPU Dalami Kenaikan Harga dan Gangguan Pasokan Semen di Sumut
Foto: Dok/KPPU
Gopprera Panggabean

Medan(harianSIB.com)

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melalui Kantor Wilayah I di Medan tengah mendalami kenaikan harga dan keterbatasan pasokan semen di Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai. Langkah itu dilakukan setelah KPPU menerima laporan dari masyarakat dan pelaku usaha mengenai lonjakan harga serta berkurangnya pasokan sejumlah merek semen sejak awal Juni 2026.

Pemantauan awal yang dilakukan pada Juli 2026 menunjukkan harga semen eceran di wilayah tersebut berkisar antara Rp70.000 hingga Rp80.000 per sak, bergantung pada merek, jenis produk, berat kemasan dan lokasi penjualan. Sebelumnya, masyarakat dan pelaku usaha melaporkan bahwa harga di beberapa titik sempat mencapai Rp75.000–Rp85.000 per sak. Sejumlah toko bahan bangunan juga mengaku harus membatasi penjualan karena pasokan beberapa merek mengalami keterbatasan.

"KPPU akan menelusuri penyebab keterbatasan pasokan, pola pembatasan pembelian serta pembentukan harga pada setiap tingkat distribusi. Kami akan memastikan kapan pasokan mulai berkurang, merek yang terdampak, wilayah yang mengalami gangguan, serta sejauh mana kondisi tersebut memengaruhi harga yang dibayar konsumen," ujar Ketua KPPU, Gopprera Panggabean, Rabu (29/7/2026) melalui siaran pers di KPPU Wilayah I Medan.

Pendalaman itu dinilai penting mengingat industri semen nasional masih berada dalam kondisi kelebihan kapasitas produksi. Berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI), produksi semen nasional pada 2025 mencapai sekitar 64,7 juta ton, dengan penjualan domestik sekitar 63,9 juta ton. Sementara itu, kapasitas terpasang industri

Baca Juga:
berada pada kisaran 119–120 juta ton per tahun.

Meskipun demikian, kelebihan kapasitas di tingkat nasional tidak serta-merta menjamin ketersediaan semen di setiap daerah. Pasokan di masing-masing wilayah dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain alokasi produksi, jaringan pergudangan, ketersediaan armada angkutan, biaya logistik, pasokan bahan bakar, hingga kebijakan distribusi masing-masing produsen. Atas dasar itu, KPPU akan mengkaji penyebab keterbatasan pasokan di sejumlah wilayah Sumatera Utara meskipun kapasitas produksi nasional masih jauh melampaui kebutuhan pasar.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rupiah Anjlok ke Rp18.105 per Dolar AS, Harga Emas Ikut Melemah ke Rp2,35 Juta per Gram
Tio Manuella Simatupang Sabet Grand Prix Winner di Zhangjiajie, Hunan, China
50 Calon Paskibra Simalungun Jalani Pemusatan Latihan Jelang HUT ke-81 RI
Pemko Tanjungbalai Dukung Program Literasi Digital 2026
PRSU 2026, Pesta Rakyat Yang Tidak Merakyat
Kanwil Ditjen Imigrasi Sumut Ikuti Entry Meeting Evaluasi Pelayanan Publik
komentar
beritaTerbaru