Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 27 Agustus 2026

Harga Ayam Potong di Medan Tembus Rp50 Ribu per Kilogram, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

Indah Apriliana dewi Ginting - Rabu, 26 Agustus 2026 14:54 WIB
1.375 view
Harga Ayam Potong di Medan Tembus Rp50 Ribu per Kilogram, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli
Foto: harianSIB.com/Ind
Harga daging ayam potong terus melambung tinggi di sejumlah pasar tradisional Kota Medan. Rabu (26/8/2026), harga daging ayam tembus Rp50.000 per Kg.

Medan(harianSIB.com)

Harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional Kota Medan dan sekitarnya melonjak tajam hingga mencapai Rp50 ribu per kilogram. Kenaikan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir membuat masyarakat mengurangi pembelian, sementara pedagang kecil mengaku terancam mengalami kerugian.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional, seperti Medan Johor, Kwala Bekala, Pasar Sunggal, Kampung Lalang, Sei Sikambing, hingga Pasar Sukaramai, menunjukkan harga ayam potong telah menyentuh Rp50 ribu per kilogram pada Rabu (26/8/2026).

Kenaikan tersebut berlangsung secara bertahap sejak sekitar tiga pekan terakhir. Sebelumnya, harga ayam potong masih berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram. Namun, harga kemudian naik sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 setiap kali pasokan baru masuk.

Puncaknya terjadi pada pekan ini. Pedagang mengaku harga ayam dari pemasok dapat berubah hanya dalam hitungan hari.

Baca Juga:
Taufik, salah seorang pedagang ayam di Pasar Sukaramai, mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab utama lonjakan harga tersebut. Namun, ia menduga tingginya permintaan untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memengaruhi kenaikan harga.

"Harga ayam yang masuk dua hari lalu dengan yang baru saja masuk, harganya beda drastis, langsung melonjak tinggi. Otomatis kami harus menaikkan harga jual ke masyarakat," kata Taufik.

Menurutnya, kenaikan harga membuat pembeli mengurangi jumlah ayam yang dibeli. Sebagian besar bahkan memilih tidak membeli karena harga dinilai sudah terlalu mahal.

"Kalau pun beli hanya sedikit, karena kebetulan mereka pedagang warung nasi. Akhirnya ayam kami tergeletak begitu saja sampai mengering hingga lapak tutup. Bagaimana mau untung, modal saja sudah kemakan," ujarnya.

Taufik berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengendalikan pasokan dan harga ayam. Menurut dia, kondisi saat ini lebih menguntungkan peternakan atau pemasok berskala besar, sementara pedagang kecil harus menanggung dampak langsung dari turunnya daya beli masyarakat.

"Peternakan ayam yang besar pasti untung besar dengan keadaan ini. Beda dengan kami pedagang kecil di pasar, berharap keuntungan kecil untuk menyambung hidup," katanya.

Keluhan serupa disampaikan Ita, pedagang ayam kaki lima di kawasan Medan Johor. Ia mengaku kesulitan menjual seluruh dagangannya karena banyak pelanggan membatalkan pembelian setelah mengetahui harga ayam naik sangat tajam.

"Hajab kali aku dibuat harga ayam ini. Sudah mahal, bersisa tiap hari. Bingung mau diapakan lagi agar semua terjual habis seperti biasa. Pelangganku banyak yang batal beli," keluh Ita.

Kenaikan harga ayam tersebut juga dirasakan ibu rumah tangga, pedagang warung nasi, hingga pelaku usaha makanan berbahan dasar ayam. Mereka mengaku resah karena kenaikan harga bahan pangan berpotensi menambah beban pengeluaran sekaligus menekan pendapatan.

Masyarakat berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga ayam potong serta bahan kebutuhan pokok lainnya, sehingga daya beli masyarakat kembali terjaga dan aktivitas ekonomi dapat berjalan normal.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
HT Erry Nuradi: Posisi Paslon Jokowi-Maˊruf di Medan Mengkhawatirkan, Ajak Koalisi Kerja Keras
Denai, Helvetia Sama Ingin Juara di Porkot Medan X
Polrestabes Medan Ringkus 2 Pemasok Ekstasi ke Lokasi Hiburan Malam
Ayen Terluka Parah Ditikam OTK di Medan
Wali Kota Medan Minta Camat dan Lurah Tingkatkan Kapasitas untuk Beri Pelayanan Publik
Anggota DPRD Medan Minta Jalan Medan Labuhan yang Rusak Segera Diperbaiki
komentar
beritaTerbaru