Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

Pertamina Klaim Bangun Pabrik Pelumas Paling Modern se-ASEAN Rp 1,3 Triliun

- Senin, 10 Maret 2014 12:23 WIB
639 view
Pertamina Klaim Bangun Pabrik Pelumas Paling Modern se-ASEAN Rp 1,3 Triliun
Jakarta  (SIB)- PT Pertamina (Persero) sedang membangun pabrik pelumas (grease plant) dan Lube Oil Blending Plant di Tanjung Priok, Jakarta Utara dengan total investasi Rp 1,3 triliun. Pembangunan pabrik pelumas tersebut diklaim termodern se-Asia Tenggara (ASEAN).

"Kami sedang membuat grease plant dan lube oil blending plant di Tanjung Priok. Untuk grease plant selesainya pada Juni 2014 dengan kapasitas total 9.000 metrik ton per tahun, dan akan menjadi termodern di Asia Tenggara," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya dalam keterangannya, Minggu (9/3/2014).

Hanung mengatakan sedangkan untuk lube oil blending plant merupakan fasilitas yang ketiga dimiliki Pertamina dengan kapasitas 350.000 ton per tahun.
"Kita akan menjadi salah satu produsen dengan kapasitas tertinggi di Asia Tenggara. Kalau ini selesai kapasitasnya menjadi 600.000 ton per tahun," ucapnya.

Ia menambahkan pihaknya juga akan memperbesar ekspansi dengan mengakuisisi fasilitas produksi pelumas di Thailand.

"Kita sudah ekspansi ke 25 negara. Sekarang proses akuisisi fasilitas produksi di Thailand yang sudah mendekati final. Ini akan menjadi basis produksi untuk pemasaran di Indonesia-China. Kita akan agresif pemasaran juga ke China dengan bekerjasama dengan perusahaan pelumas di sana," katanya.
Direktur Utama Lubricants Pertamina Supriyanto menambahkan, investasi pembangunan grease plant dan lube oil blending plant di Tanjung Priok mencapai Rp 1,3 triliun.

"Untuk grease plant investasinya Rp 500 miliar sedangkan lube oil blending plant investasinya Rp 800 miliar," ucapnya.Supriyanto mengungkapkan potensi pasar pelumas di dalam negeri per tahunnya mencapai Rp 20 triliun. "Kita menguasai 60% pasar di dalam negeri dengan revenue sekitar Rp 12 triliun per tahun dan keuntungan Rp 2,4 triliun per tahun," tutupnya.

Turun Hingga 15% Per Tahun

Semakin bertambahnya usia sumur minyak, secara alami akan turun produksinya. Hal tersebut terjadi pada PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero). Setiap tahun decline rate atau penurunan produksi mencapai dua digit.

"Decline rate-nya 12%-15%. Untuk menjaga agar penurunan produksi tidak terlalu banyak diperlukan dana untuk biaya operasi yang cukup banyak, agar decline rate hanya 10% per tahun," kata Direktur Pengembangan Pertamina EP Satoto Agustono dihubungi, Minggu (9/3).

Salah satu yang dilakukan agar decline rate tidak turun terlalu signifikan, pihaknya saat ini melakukan enhanced oil recovery (EOR)/ pengeboran tahap lanjut.

"Saat ini dengan EOR ada tambahan produksi 24.800 barel per hari. Kita lakukan EOR diseluruh sumur Pertamina EP, injeksi dengan air," ucapnya.

Satoto mengakui, walau berupaya terus menguras sumur minyaknya, produksi Pertamina EP masih jauh dari target produksi yang ditentukan dari APBN maupun dari SKK Migas.

"Produksi sekarang 119.000 barel per hari, target produksi seharusnya 128.000 barel per hari. Untuk mengejar target kita akan terus mencari minyak dengan eksplorasi, 87 sumur baru kami targetkan tahun ini, fokusnya di wilayah timur Indonesia, seperti di Kalimantan kita produksi di Bunyu, Kutai Lama, Sanga-Sangga, Louis dan lainnya," ungkapnya.(DTF/W)  

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru