Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 23 Juni 2026

234 Tahanan Kabur Belum Tertangkap

* Kapolri Bentuk Tim Kejar Tahanan *Kemenkumham akan Copot Karutan Pekanbaru
- Minggu, 07 Mei 2017 15:34 WIB
400 view
234 Tahanan Kabur Belum Tertangkap
SIB/INT
Ilustrasi
Pekanbaru (SIB)- Tahanan dan narapidana yang kabur dari Rutan Sianglang Bungkuk Pekanbaru terus diburu polisi. Ada 234 lagi tahanan dan napi yang diperkirakan belum tertangkap.

Berdasarkan data Polda Riau, hingga pukul 13.00 WIB ada 214 orang tahanan dan napi yang sudah ditangkap. "Ya, infonya ada 234 napi dan tahanan yang masih belum tertangkap. Tapi itu info sementara yang kami dapat," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto, Sabtu (6/5).

Menurut Susanto, pihak Rutan saat ini masih terus mendata jumlah tahanan dan napi yang ada saat ini. "Pihak Rutan masih melakukan penghitungan akhir secara manual untuk kembali memastikan jumlahnya yang belum ketangkap," ujar Susanto.

Sementara itu, Rutan Pekanbaru masih dijaga oleh personel TNI/Polri. Tahanan dan napi juga secara bertahap telah dipindahkan ke LP Pekanbaru karena over kapasitas. Proses evakuasi sejumlah tahanan dan napi masih dilakukan.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM I Wayan Dusak juga memastikan ada 234 tahanan dan napi yang belum tertangkap.

"Hitungan yang kita lakukan sampai sore ini, diketahui ada 234 Napi dan tahanan yang belum tertangkap," kata Dusak yang mengunjungi Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru.

Dusak menyebutkan hingga pukul 16.30 WIB, tahanan dan napi yang tertangkap berjumlah 213. Dengan demikian, jumlah tahanan dan napi saat kabur dari Rutan berjumlah 447 orang. "Jadi yang masih belum tertangkap ini, masih dilakukan pencarian," ujar Dusak.

Bentuk Tim
Kapolri Jenderal Tito Karnavian berjanji akan segera menangkap napi yang kabur. Kepolisian akan membentuk Tim Kejar untuk segera menangkap pelaku kejahatan itu.

"Terkait dengan yang sudah lari, rusuh, ya kami tugasnya hanya menenangkan, kemudian mengamankan situasi agar stabil kembali dan sekarang sudah stabil. Melakukan penangkapan, sebagian besar sudah tertangkap, tinggal sebagian kecil. Selanjutnya kita akan membentuk Tim Kejar, yang terus kita akan kejar (napi kabur), sampai kapan pun juga pelaku-pelakunya," ujar Kapolri di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.

Kapolri menyayangkan insiden kaburnya napi ini. Kapolri menegaskan harus ada evaluasi tentang sistem pembinaan napi di lapas-lapas.

"Ada beberapa yang sudah tertangkap, 212 yang sudah tertangkap ini dalam waktu cepat. Memang saya kira ini perlu menjadi bahan evaluasi tentang sistem pembinaan di lapas bagi teman-teman yang menangani itu. Kemudian tentu bagi Polri, kami membantu, setiap saat dalam rangka pengamanan, mengevaluasi keamanan lapas, kami Polri siap," tutur Kapolri.

Pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah taktik untuk menangkap sisa napi yang masih berkeliaran di lingkungan masyarakat. Namun Kapolri enggan membeberkan lebih lanjut terkait teknis penangkapannya, juga apakah ada penjagaan di daerah-daerah perbatasan.

"Nah, itu teknis, kita nggak usah sebutkan. Nanti kalau kita sebutkan dijaga, ya mereka tahu. Kita prinsipnya pendekatan hasil saja, yang penting hasilnya bisa ketangkap. Teknisnya seperti apa nggak usah kita sampaikan," cetus Tito.

Sementara itu, tahanan yang berhasil ditangkap semuanya akan dievakuasi ke Lapas Klas II-A Tangkerang, Pekanbaru.

Bakal Tertibkan Lapas
Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto menilai hampir semua lapas di Indonesia kelebihan penghuni, termasuk di Rutan Kelas II-B Pekanbaru, yang menjadi lokasi ratusan narapidana kabur. Karena itu, akan ada penataan ulang soal lapas.

"Ada yang kelebihan 50 persen, dan kelebihan 100 persen. Kita sedang menangani itu, sedang menata kembali untuk menertibkan lapas-lapas yang overload," ujar Wiranto seusai menjadi pembicara dalam 'Pemikiran Hadratu Syekh KH Hasyim Asy'ari di gedung Nusantara V, kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta Pusat.

Selain kelebihan kapasitas, Wiranto menyoroti keberadaan lapas di tengah permukiman masyarakat. Menurutnya, lapas di tengah permukiman akan berdampak negatif bagi masyarakat.

"Kalau interaksi itu masih terjadi dengan mudah dan gampang, maka apa yang terjadi, lapas menjadi pusat produksi narkoba. Lapas menjadi bagian dari proses sosialisasi aktivitas negatif. Apakah itu masalah terorisme atau masalah pencandu narkoba, dan sebagainya. Karena kapasitas sudah kelebihan," imbuhnya.

Wiranto mengatakan akan ada penataan ulang dengan pembangunan lapas yang jauh dari permukiman. Beberapa lokasi juga telah dipetakan.

"Sudah mulai direncanakan (pembangunan lapas baru). Kita sudah memilih beberapa lokasi pertama di luar permukiman. Lapas-lapas kita ini kan peninggalan Belanda. Dulu barangkali membangun lapas ini masih di pinggir kota," tutur Wiranto.

"Detailnya nanti ya Menkum HAM yang melaksanakan. Tapi konsep itu sudah ada sekarang ini. Ada kerancuan di lapas dan lari itu karena ada ekses dari kelebihan muatan," tutupnya.

Copot Karutan
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (PAS) Kemenkumham I Wayan Kusmiantha Dusak menyatakan akan mencopot kepala Rutan Pekanbaru.

"Iya, dia bertanggungjawab, keamanan rutan itu ada di dia karena dia diberikan kewenangan untuk melakukan itu," ungkap Dusak, Jumat (5/5) malam.
Dusak menyebut Kepala Rutan Pekanbaru saat ini bernama Taufik. Nantinya Kepala Rutan akan dipanggil untuk dimintai keterangan mengenai peristiwa yang terjadi jelang Salat Jumat kemarin.

"Nanti kita tanya, dia sudah melakukan apa saja. Tapi nanti setelah kondusif baru nanti kita panggil," ujarnya.

Pihak Ditjen PAS pun memastikan akan mengganti Kepala Rutan Pekanbaru. Dia disebut harus mempertanggungjawabkan kericuhan yang terjadi di Rutan Pekanbaru hingga berujung pada kaburnya ratusan tahanan/napi.

"Nanti kita ganti karena dia tidak mampu mengendalikan rutan, apapun alasannya. Saat ini Kanwil yang koordinasi," tegas Dusak.
Rampas Motor Warga

Polres Kampar menggelar razia usai kaburnya tahanan dan napi dari Rutan Pekanbaru. Satu dari 6 yang diamankan, ada tahanan kabur dengan merampas sepeda motor warga.

Kapolres Kampar, AKBP Edy Sumardy menjelaskan pihaknya sudah mengamankan 6 orang tahanan dan napi yang kabur dari Rutan Sialang Bungkuk.
Dari 6 yang ditangkap itu, kata Edy, satu di antaranya bernama Arifin kabur dengan cara merampas motor milik warga di Pekanbaru.

"Pelaku mengambil motor Yahama Soul milik warga di Pekanbaru. Selanjutnya Arifin menuju Kabupaten Kampar," kata Edy.

Dalam perjalanannya, kata Edy, Arifin terjaring razia di oleh Polsek Tambang, Kampar. Saat dilakukan pemeriksaan, kata Edy, Arifin tidak dapat menunjukkan surat kendaraan dan identitas. "Setelah diinterograsi akhirnya ketahuan jika Arifin adalah warga Rutan yang turut kabur bersama-sama dengan rekannya," kata Edy.

Pihak Polres Kampar kini sudah mengamankan barang bukti sepeda motor tersebut. Diharapkan warga yang merasa motornya dirampas, dipersilakan untuk mengambilnya di Polres Kampar dengan menunjukan bukti-bukti kepemilikan. "Kami masih tetap menggelar razia karena wilayah kami juga berbatasan dengan Pekanbaru," ujar Edy. (detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru