Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 01 September 2026

Empat Bulan Jembatan Ambruk di Sei Bilah Langkat, Belum Ada Tanda-tanda Diperbaiki

- Kamis, 08 Juni 2017 09:53 WIB
589 view
Empat Bulan Jembatan Ambruk di Sei Bilah Langkat, Belum Ada Tanda-tanda Diperbaiki
SIB/Lesman Simamora
BELUM DIBANGUN: Sudah Empat bulan jembatan ambruk ke dalam sungai belum dibangun kembali secara permanen di Lingkungan VII, Kelurahan Sei Bilah Barat, Langkat. Foto direkam, Selasa (6/6).
Sei Lepan (SIB) -Sudah empat bulan jembatan ambruk di Jalan Pasar Pompa Air, Kelurahan Sei Bilah Barat, Kecamatan Sei Lepan, Langkat namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan direnovasi atau dibangun kembali secara permanen.

Beberapa pengusaha bekerjasama dengan warga setempat telah berupaya membangun titi menggunakan bahan material kayu sebagai pengganti jembatan yang rubuh di lokasi yang sama, dan kini sudah bisa dilalui pengguna jalan termasuk bagi warga pengendara roda dua, ujar Budi seorang pengendara yang ditemui SIB di lokasi, Selasa (6/6).

Namun yang menjadi masalah kata dia, titi yang dibangun tidak memungkinkan bisa dilalui kendaraan roda empat apalagi dengan bermuatan berat, sebab daya tahan titi tersebut dipastikan tidak akan mampu menanggung beban berat kendaraan saat melintas.

Jembatan itu bukan saja hanya dilalui warga Lingkungan VII, Kelurahan Sei Bilah Barat, tapi juga warga dari Dusun Paluh Medan, Desa Teluk Meku, Kecamatan Babalan, juga setiap hari melewati jembatan untuk memasarkan berbagai jenis biota laut serta hasil komoditi pertanian menuju "kota minyak" Pangkalan Brandan termasuk puluhan anak anak sekolah, ujarnya.

Pembangunan jembatan permanen sangat diharapkan, sebab bagaimana pun juga warga pasti membutuhkan infrastruktur jalan dan jembatan yang layak sehingga bisa dilalui kenderaan mengangkut hasil produksi pertanian seperti Tandan Buah Sawit (TBS), dan juga material bangunan karena masyarakat pada waktu tertentu akan ada yang membangun rumah, terang Budi.

Secara terpisah, Hasrizal SH politisi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Langkat meminta agar Pemkab Langkat segera membangun jembatan permanen sebagai pengganti jembatan yang ambruk, demi kepentingan masyarakat luas khususnya bagi warga Kelurahan Sei Bilah Barat dan warga Dusun Paluh Medan, Desa Teluk Meku.

"Jika infrastruktur penyeberangan tersebut tidak segera dibangun secara permanen, dan membiarkan titi bermaterial kayu hasil dari swadaya masyarakat, maka akses jalan antara dua dusun dikuatirkan akan terpurus kembali. Kalau itu yang terjadi, maka akan menyulitkan masyarakat dan sebagian di antara mereka terpaksa menggunakan transportasi laut lewat sungai (paluh) atau jalan darat dengan jarak tempuh yang lebih jauh sebagai jalan alternatif menuju jalan negara," katanya.

"Semua orang tahu apalagi pejabat negara kalau keberadaan infrastruktur yang layak itu merupakan salah satu urat nadi perekonomian masyarakat. Sebaliknya, kata dia, jika insfrastruktur terputus lalu bagaimana oknum pejabat pemerintah merealisasikan janji kampanyenya untuk mensejahterakan masyarakat," katanya.

Ironisnya, jembatan yang ambruk baru berumur kurang lebih 10 tahun sesuai keterangan yang didapat dari warga sekitar pasca ambruknya jembatan ukuran 4,5 meter dengan panjang 21 meter pada Februari lalu. Usia jembatan ini masih relatif muda jika dibandingkan dengan bangunan jembatan lainnya bisa mencapai usia 40 tahun bahkan lebih dari itu.

Ambruknya jembatan tersebut mengundang pertanyaan banyak kalangan, terang Hasrizal. (A28/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru