Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 20 Agustus 2026

Ketua Pramuka Kwarcab Asahan Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Rp1,4 M

- Sabtu, 10 Februari 2018 12:42 WIB
335 view
Ketua Pramuka Kwarcab Asahan Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Rp1,4 M
Jakarta (SIB)- Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengucapkan selamat Hari Pers Nasional (HPN) 2018 kepada seluruh insan pers Indonesia dalam peringatan hari pers. Dia berharap agar pers tetap menjadi perekat bangsa.

"Saat ini perubahan terjadi sangat cepat, masyarakat berubah dengan cepat dan pers juga berubah," kata Zulkifli kepada wartawan, Kamis (9/2).
Dia pun menyoroti soal kemajuan teknologi yang kian cepat dewasa ini. Peran media sangat penting untuk menyaring informasi yang kini tersebar secara bebas itu.

"Ribuan informasi kita terima dalam hitungan detik dan tidak semua informasi itu kita butuhkan," ujar Ketum PAN itu.

Tak hanya itu, Zulkifli juga menyinggung mengenai banjirnya berita palsu (hoax) yang tidak bisa dihindari dengan pesatnya teknologi informasi tersebut. Masyarakat menurutnya semakin sulit membedakan mana berita benar dan mana berita bohong.

"Di sini lah peran pers diharapkan bisa menjadi penyaring," tutur Zulkifli.
Pers diharapkan berperan merekatkan kesatuan bangsa. Hal ini, kata Zulkifli, lantaran ada banyaknya berita yang potensial memecah kesatuan bangsa.
"Pers nasional berperan penting memberikan informasi positif untuk memperkuat nasionalisme," tutur.

Persaingan di dunia media pun jadi perhatian Zulkifli. Meski begitu, dia meminta agar seluruh insan pers tetap mengedepankan kode etik profesi.
"Persaingan memang sangat keras, tetapi idealisme dan kode etik wajib dijaga," tutup Zulkifli.

Harus Berinovasi
Sementara itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo menyampaikan harapannya kepada para pelaku media dalam peringatan Hari Pers Nasional 2018. Ia berharap pers terus berinovasi di tengah gempuran masif internet.

Bamsoet tidak ingin pers atau media massa tergerus oleh media sosial.

"Pimpinan DPR mengucapkan selamat Hari Pers Nasional. Semoga para insan pers di era milenial ini terus melakukan inovasi-inovasi agar tidak tertinggal oleh ganasnya serbuan media alternatif yang bernama media sosial atau medsos," kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/2).

Politikus Partai Golkar itu juga mengingatkan kepada tiap wartawan agar memiliki keterampilan lain di luar profesinya. Hal ini, kata Bamsoet, sebagai langkah antisipasi pada masa yang akan datang.

"Insan pers juga harus segera dibekali keterampilan kewirausahaan sebagai upaya peningkatan ekonomi keluarga dan langkah antisipasi. Sedia payung sebelum hujan," ujar pria yang juga pernah jadi wartawan itu. (detikcom/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru