Jakarta (SIB)- Ketua Umum Partai Gerindra
Prabowo Subianto menyatakan adanya prediksi Indonesia bisa bubar di
tahun 2030. Video potongan pidato itu kemudian diunggah oleh akun
Facebook resmi Partai Gerindra.
"Saudara-saudara! Kita masih
upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai
lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini,
tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik
Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030," tutur Prabowo di
awal video tersebut seperti dilihat, Senin (19/3).
Prabowo memakai baju putih khasnya dan berpeci hitam saat berpidato. Di belakangnya ada deretan bendera lambang Partai Gerindra.
"Bung!
Mereka ramalkan kita ini bubar. Elit kita ini merasa bahwa 80 persen
tanah seluruh negara dikuasai 1 persen rakyat kita, nggak apa-apa," ujar
Prabowo kemudian.
Dia berpidato sambil menunjuk-nunjuk ke arah hadirin.
Tampak yang menyimak pidato itu memakai baju putih seperti yang dikenakan Prabowo. Mereka memenuhi ruangan yang terlihat besar.
"Semakin
pintar, semakin tinggi kedudukan, semakin curang! Semakin culas!
Semakin maling! Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk
kita pura-pura lagi," ujar Prabowo di akhir video berdurasi 1 menit 13
detik itu.
Video itu tak menampilkan keterangan waktu dan tempat.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria pun mengaku
tak tahu persis di mana video itu diambil.
"Saya tidak tahu persisnya itu di mana karena saya belum lihat (videonya)," kata Riza.
Riza
lalu menjelaskan maksud dari pidato Prabowo adalah mengenai kondisi
bangsa Indonesia saat ini. Kekayaan alam yang dieksplorasi berlebihan,
kata Riza, bisa berbahaya.
"Memang tanah-tanah kita hanya
dikuasai segelintir orang, rakyat kita umumnya tak memiliki tanah.
Jangankan bikin rumah, buat usaha, ngubur diri aja gak bisa. Karena
tanah kita hanya dikuasai segelintir orang," kata Riza. (detikcom/d)