Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 09 Agustus 2026

In Release02, Hansen Teo: Band Medan Berani dan Mampu Bereskperimen

Oki Lenore - Minggu, 09 Agustus 2026 16:04 WIB
102 view
In Release02, Hansen Teo: Band Medan Berani dan Mampu Bereskperimen
Foto: harianSIB.com/Dok
Hansen Teo - Yogi Yuwasta

Medan(harianSIB.com)

Pekerja kreatif di Sumatera Utara khusus di Medan harus memiliki kepercayaan diri (self confidence) dan berani bereksperimen mencoba hal baru. Misalnya, mulai berani berkolaborasi lintas musisi dan lintas genre untuk menghasilkan karya baru.

Hal tersebut diutarakan pelaku industri kreatif Hansen Teo, di hadapan musisi di Serayu Coffee Medan, Jumat (7/8/2026).

"No music no life, life without music must be mistaken. Musisi atau band harus punya self confidence dan berani mencoba hal baru. Misalnya berkolaborasi dengan musisi atau band di luar genrenya agar menghasilkan karya baru yang lebih segar dan bisa diterima di segmen fan base masing-masing," ungkap owner ET 45 Hansen Teo yang hampir setengah abad berada di industri kreatif tanah Air tersebut.

Dimoderator Yogi Yuwasta, Hansen Teo cerita mengenai ET 45 yang sudah menjejak lebih 4 dekade lebih di Medan, selalu memberi ruang untuk musisi dan band asal Medan dan muisis daerah. Dalam sesi dialog interaktif Hansen Teo juga kembali menegaskan komitmenya dalam mendukung muisis dan band Medan yang punya karya dalam bentuk rilisan fisik bisa dititip edarkan di gerai ET 45. Dialog interaktif juga diselingi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung cukup antusias.

Usai dialog interaktif acara dipandu MC Array A Argus ini, dilanjutkan dengan sesi live interview band. Band pertama yang diinterview, WITA. Unit rock alternatif asal Kota Medan yang terbentuk sejak 2021 yang kini berformasikan, Hawdy Anders Laifa (drum), Riansyah (bass) dan Aldi Renaldi (vokal/gitar) ini membeberkan asal-usul nama band mereka. Nama WITA tercetus karena anak-anak WITA sering telat kalau latihan.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru