Jakarta(harianSIB.com)
Temuan ratusan senjata di lingkungan sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan membuat salah satu pendirinya, Yan Sofyan Syafe'i, merasa prihatin. Ia berharap persoalan tersebut segera diselesaikan agar aktivitas pendidikan di sekolah kembali berjalan sesuai tujuan awal pendiriannya.
Yan mengaku sedih setelah 996 senjata ditemukan di ruang mantan Ketua Yayasan sekolah tersebut. Menurutnya, sekolah itu sejak awal didirikan dengan tujuan mencerdaskan anak bangsa serta membentuk generasi yang saleh dan memiliki kecerdasan.
"Kami selaku pendiri yang mendirikan sekolah ini merasa bersedih sekali dengan adanya hal seperti ini. Tetapi insyaallah, seperti yang tadi saya utarakan, mudah-mudahan semua itu dapat diperbaiki dengan sebaik-baiknya," kata Sofyan dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026), sebagaimana dilansir Detikcom.
Sofyan menjelaskan, sekolah tersebut didirikan oleh empat tokoh, yakni mantan Wakil Presiden RI Adam Malik, Letjen TNI (Purn) KPH Soerjo Wirjohadipoetro, Mawardi Labay El-Sulthani, dan dirinya.
Baca Juga:
Ia mengatakan, proses pendirian sekolah bermula ketika para pendiri menemui Adam Malik yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Mereka kemudian diarahkan untuk memanfaatkan tanah di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
"Kita ke Pak Adam, kemudian kita sama-sama ke Pak Adam sampai di sana diarahkan oleh beliau bahwa beliau selaku Wakil Presiden pada waktu itu dan diarahkan bahwa ada tanah kami di sana di Kebayoran, katanya di Pondok Pinang," ujarnya.