Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 08 Juli 2026

Jamin Ginting Km 26 Longsor, Warga Medan akan Lalui Jalan Lain Menuju Karo

* DPRD Sumut Mendesak BBPJN Bergerak Cepat
- Jumat, 28 September 2018 10:09 WIB
1.844 view
Jamin Ginting Km 26 Longsor, Warga Medan akan Lalui Jalan Lain Menuju Karo
SIB/Dok
ATUR LALIN: Kanit Lantas Polsek Pancurbatu Ipda Sehat Sinulingga mengatur arus lalu lintas di Jalan Jamin Ginting Km 26, Desa Durin Pitu, Kecamatan Pancurbatu yang longsor, Kamis (27/9).
Medan (SIB) -Pasca Jalan Jamin Ginting Km 26 atau tepatnya Dusun II Durin Pitu, Desa Sugau, Kecamatan Pancurbatu, longsor, warga Medan yang menuju Karo akan melalui jalan lain.

Seorang warga Medan bermarga Bangun (45) mengatakan sudah memiliki rencana hari weekend ini ke Karo melalui jalan lain agar tidak terkena macet di kawasan longsor tersebut.

"Kalau weekend kan sudah pasti banyak yang ke rumah sanak saudara ataupun jalan-jalan ke kawasan Tanah Karo. Kalau kita melewati kawasan longsor sudah pasti terkena macet," katanya kepada wartawan, Kamis (27/9).

Saat ditanyakan jalan yang akan dilalui, ia menyebutkan ada sejumlah jalan yang dapat dilewati seperti Simalingkar B tembusnya Desa Kloni, Kecamatan Pancurbatu. "Ataupun melalui Kecamatan Namorambe tembusnya Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit," sebutnya.

Camat Pancurbatu David Efrata Tarigan mengatakan penanganan jalan tersebut sudah ditindaklanjuti Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan Medan. "Kemarin sudah ditindaklanjuti untuk mengalihkan pembuangan air hujan," ujar David.

David menyebutkan pengalihan air hujan itu dilakukan agar badan jalan yang longsor tidak semakin ekstrim. "Memang badan jalan sebelum longsor sudah dalam kondisi menurun, ditambah lagi hujan terus menerus turun terjadilah longsor," ungkapnya.

Ia mengatakan pihak konsultan juga sudah melihat kondisi kerusakan badan jalan. Pihak satker belum melakukan pekerjaan sebelum adanya analisis dari konsultan.

Diharapkan David, perbaikan jalan nasional itu dikerjakan pihak terkait dengan permanen, sebab jalan itu sangat dibutuhkan masyarakat luas.

Sementara, Kapolsek Pancurbatu Kompol Faidir Chaniago SH MH mengatakan arus lalu lintas di kawasan tersebut masih diberlakukan satu arah dan buka tutup.

Ia menugaskan, dua anggota dari unit lantas Polsek Pancurbatu mengatur arus lalu lintas guna menghindari kemacetan dan hal-hal yang tidak diinginkan.

Kawasan daerah longsor, lebih lanjut dikatakan Kompol Faidir, sudah dipasang rambu-rambu lalu lintas guna menghindari pengendara tidak melintasi badan jalan yang telah longsor.

BBPJN Harus Bergerak Cepat
Sementara itu Komisi D DPRD Sumut mendesak BBPJN (Balai Besar Penanganan Jalan Nasional) Sumut untuk bergerak cepat menangani kerusakan (longsornya)  Jalan Jamin Ginting Km 26, guna menghindari terjadinya kemacetan panjang arus lalu lintas jurusan Medan - Tanah Karo.

Desakan itu diungkapkan Ketua dan Anggota Komisi D DPRD Sumut yang membidangi perhubungan Ari Wibowo dan Baskami Ginting kepada wartawan, Kamis (27/9) di DPRD Sumut.

"Kita mendesak BBPJN Sumut untuk memprioritaskan perbaikan Jalan Jamin Ginting Km 26 yang longsor akibat tingginya curah hujan, guna menghindari terganggunya dan macetnya arus lalu-lintas yang sangat parah menuju Medan - Tanah Karo," ujar Baskami Ginting.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, jika BBPJN tidak segera melakukan penanganan secara serius, dipastikan Jalan Jamin Ginting jurusan Medan - Tanah Karo maupun sebaliknya yang setiap harinya sangat padat dilalui kendaraan bisa putus total dan mengancam nyawa pengguna jalan serta pengiriman sayur-mayur.

Ditambahkan Baskami dan Ari Wibowo, dari paparan pihak BBPJN Sumut dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi D belum lama ini,   sepanjang jalan Medan-Berastagi baru dilakukan perbaikan dengan pagu angggaran di APBN 2017 mencapai Rp27 miliar.

"Tapi sangat disayangkan, baru beberapa bulan diperbaiki, tiba-tiba rusak akibat tingginya curah hujan di daerah itu, sehingga jalan mengalami longsor atau amblas, khususnya di Km 26 Desa Sugau. Kerusakan ini tentunya sangat mengganggu arus lalu-lintas, terutama saat hari libur atau hari Minggu, dipastikan akan mengalami macet total," tandas Baskami.

Memang diakui Ari Wibowo, kerusakan Jalan Jamin Ginting bukan melulu akibat tingginya curah hujan, tapi juga diakibatkan beban jalan melebihi kualifikasi atau truk-truk yang lewat melebihi tonase, karena lemahnya pengawasan, ditambah kualitas jalan yang tidak sesuai spesifikasi.

"Kerusakan jalan Medan-Berastagi selama ini (tidak termasuk longsor atau akibat bencana alam), diduga karena lemahnya pengawasan, baik secara internal maupun eksternal. Sehingga pihak rekanan diduga mengerjakan proyek  tidak memenuhi aturan sesuai bestek. Harusnya sebelum jalan itu diperbaiki,   harus dipahami kultur tanah dan mobil-mobil bermuatan berat yang bakal melintas," ujar Baskami dan Ari Wibowo. (A17/A03/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru