Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026
Asian Para Games Hari Keenam

Jendi Panggabean Tambah Emas Indonesia dari Renang

- Jumat, 12 Oktober 2018 12:34 WIB
565 view
Jendi Panggabean Tambah Emas Indonesia dari Renang
SIB/Ant/Akbar Nugroho Gumay
EMAS RENANG INDONESIA: Perenang Indonesia Jendi Panggabean menunjukkan medali emas yang diperolehnya dari nomor renang 100 meter gaya punggung putra S9 Asian Para Games 2018 di Stadion Akuatik, Senayan, Jakarta, Kamis (11/10).
Jakarta (SIB) -Indonesia memecahkan telur untuk raihan medali emas Asian Para Games 2018 kemarin. Jendi Panggabean finis terdepan di 100 meter gaya punggung S9 (tunadaksa).

Dalam persaingan di Stadion Akuatik, kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Kamis (11/10), Jendi akhirnya berhasil memenuhi target yang dibebankan kepadanya. Jendi memetik medali emas dengan catatan waktu 1 menit dan 7,45 detik.

Sementara perak menjadi milik Luo Qingquan dari China. Dia membukuan waktu 1 menit dan 8,59 detik.

Untuk medali perunggu menjadi milik Kwon Yonghwa dari Korea Selatan. Yonghwa mencatatkan waktu 1 menit dan 11,12 detik.

Emas itu menjadi emas pertama untuk Jendi di Asian Para Games. Dari dua nomor sebelumnya, Jendi meraih satu medali. Dia mendapatkan perunggu di nomor 100 meter gaya bebas, sedangkan di nomor estafet 4x100 gaya ganti putra batal bermain setelah terlambat mendaftar.

Angkat Berat
Sementara itu, dua atlet Indonesia menyumbangkan medali perak dan perunggu dari cabang angkat berat Asian Para Games 2018. Mereka bangga dengan pencapaian itu.

Tampil di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (11/10), Sriyanti harus puas dengan medali perak di kelas 86 kg. Dia kalah tipis dengan wakil Korea Selatan, Lee Hyungjung.

Sriyanti membukukan angkatan terbaik 118 kg. Angka itu setara dengan pencapaian peraih medali emas, Hyunjung. Tapi, Sri memiliki bobot lebih berat ketimbang atlet dari negeri Ginseng itu.

Sri pun harus puas dengan posisi runner up. Sementara, peraih medali perunggu menjadi milik wakil Filipina, Adeline Ancheta, yang hanya mampu mencatat angkatan terbaiknya 107 kg.

"Senang tapi ada rasa kecewa sedikit juga karena kalah di berat badannya. Sakit hati lah, tapi semoga ke depan lebih baik lagi," kata Sri, usai pengalungan medali.

"Tadi sempat salah strategi saat di angkatan pertama. Ditulis 114 kg padahal seharusnya 118 kg dan waktu mau ganti sudah ditutup. Jadi ya sudah. Untungnya di angkatan berikutnya berhasil juga," dia menambahkan.

Di kelas berbeda, di atas 86 kg, Ni Nengah Widiasih, hanya mampu berada di peringkat ketiga. Gagal di angkatan pertama 95 kg, Ni Nengah berhasil di angkatan kedua dengan berat yang sama. Namun di angkatan ketiga dia gagal ketika akan menjajal berat 97 kg.

Sementara, emas direbut atlet China Zheng feifei, dengan angkatan 139 kg. Feifei sekaligus memecahkan rekor Asia milik lifter China, Fengmei Li, di Jepang 2018. Angkatan terbaiknya 138 kg. Dan game record yang sebelumnya dimiliki lifter China juga, Xue mei Dung, pada saat Asian Para Games 2014 Incheon. Angkatannya 112 kg.

1 Perak 2 Perunggu Balap Sepeda
Dalam persaingan di Jakarta International Velodrome, Kamis (11/10), Sri Sugianti memastikan medali perak di nomor 3000 meter individual pursuit B (tunanetra). Sri Sugiyanti, yang tampil bersama pilot Ni Mal Maghfiroh, mencatatkan waktu empat menit 6,753 detik.

Emas dan perunggu menjadi milik duo pebalap Malaysia. emas direngkuh Syafinaz Nur Azlia, dengan waktu empat menit 3,839 detik sedangkan perunggu dimiliki Syahida Nur dengan waktu 4 menit 15.433 detik.

Sementara itu, di nomor team sprint putra C1-5 (tunadaksa), yang diperkuat Muhammad Fadli Imammuddin, Martin Losu, dan Habib Shaleh meraih perunggu. M. Fadli dkk mencatatkan waktu 54,505 detik.

Emas menjadi milik China dengan waktu 50,994 detik dan perak diperoleh tim Malaysia 52, 260 detik.

Sebuh insiden terjadi dalam perlombaan itu. pebalap Merah Putih, Habib Shaleh, sempat terjatuh di lintasan.

Satu perunggu lain diraih oleh Herman Halawan di nomor 4000 meter individual pursuit 4000M B putra. Dia mencatatkan waktu empat menit 48,998 detik.

Emas diraih oleh pebalap Jepang, Kimura Kazuhei, dengan waktu empat menit 31,504 detik. Adapun perak diperoleh pembalap Malaysia Mohd Khairul Hazwan dengan waktu empat menit 40,404 detik.  (Detiksport/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Kota Sibolga Marak Rayap Besi

Kota Sibolga Marak Rayap Besi

Sibolga(harianSIB.com)Kota Sibolga yang dari dahulu terkenal aman sepertinya sudah tidak seaman dulu lagi.Masalahnya, sekarang disana banyak