Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 19 Mei 2026

MUI Imbau Umat Islam Tak Hiraukan Seruan Pendeta Hindu di India Serang Mekah

* NU Berharap Umat Islam India Dilindungi
Redaksi - Jumat, 14 April 2023 09:02 WIB
397 view
MUI Imbau Umat Islam Tak Hiraukan Seruan Pendeta Hindu di India Serang Mekah
Foto : AFINTL
Yati Narsinghanand. 
Jakarta (SIB)
Pendeta Hindu yang kontroversial di India bernama Yati Narsinghanand berpidato menyerukan pengikutnya untuk menyerang kota suci Mekah dan merebut Ka'bah dari umat Muslim. MUI menyebut seruan itu seperti orang yang sedang mimpi di siang bolong.
"Pernyataan pendeta Hindu walaupun bernada ancaman tetapi seperti orang bermimpi di siang bolong," ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Pendidikan dan Kaderisasi KH Abdullah Jaidi kepada wartawan, Rabu (12/4).
"Sesuatu yang tidak akan ditanggapi oleh pengikutnya," jelas Abdullah.
Menurut Abdullah, pernyataan Yati adalah iri hati terhadap bertambah antusiasnya umat Islam akhir-akhir ini pergi ke Tanah Suci Mekah untuk menunaikan ibadah umrah.
"Biarkan saja, (pernyataan Yati) tidak usah ditanggapi oleh umat Islam," tegasnya.
Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan, Anwar Abbas, turut berpendapat. Ia berpendapat siapapun yang menyerang Mekah dan Ka'bah, akan terkenda 'azab'.
"Saya yakin, sebelum yang bersangkutan sampai di tujuan bagi mewujudkan niatnya insya Allah dia sudah mati duluan," ujar Anwar.
Anwar berpendapat demikian bukan tanpa sebab. Pasalnya, sudah ada tokoh bernama Abrahah yang dahulu mencoba melakukan hal serupa namun gagal.
"Sebelum dia (Abrahah) dan tentara bergajahnya sampai di tujuan dia dan rombongannya telah diserang oleh burung ababil yang menjatuhkan batu-batu kecil kepada mereka lalu akhirnya Abrahah dan angkatan perangnya sendiri setelah terkena batu-batu kecil dari sijjin tersebut keadaan badan mereka seperti daun di makan ulat," tegas Anwar.
"Saya yakin dan percaya yang namanya ka'bah atau baitullah itu dijaga oleh Allah. Dan saya tidak tahu Apakah dalam menghadapi mereka Tuhan akan mengirim kembali burung ababil atau burung- burung lain atau dengan menggerakkan hati umat islam sedunia untuk menangkisnya sehingga sebelum dia bisa meruntuhkan bangunan ka'bah tersebut yang bersangkutan sudah mati duluan," pungkasnya.
Seperti dilansir media online, muslimmirror.com, Rabu (12/4), Yati Narsinghanand yang dikenal sebagai pendeta kuil Hindu Dasna di Ghaziabad dan anggota sayap kanan Hindu yang terkemuka di India, sudah sejak lama dikenal karena komentar-komentar anti-Islam yang dilontarkannya.
Dalam pidatonya, Narsinghanand menyerukan umat Hindu untuk mengambil sikap terhadap umat Muslim dan melakukan upaya untuk merebut 'Mekah, tempat yang diduga sebagai lokasi kuil Mahadev' berada.
"Hindu Rashtra adalah sebuah impian, kita tidak hanya akan merebut tapi juga Mekah ... Sungai Gangga Mahadev mengalir dalam bentuk Zam Zam di sana," ucap Narsinghanand dalam pidatonya.
"Jika kalian tidak merebut Makkeshwar Mandir (merujuk pada Ka'bah), tidak ada kekuatan di Bumi yang bisa mengalahkan Islam," cetus Narsinghanand kepada para pengikutnya.


Berharap Dilindungi
PBNU juga menyayangkan pernyataan Yati tersebut.
"Kita menyayangkan statement pendeta Hindu tersebut, sangat berbahaya bagi perdamaian dunia, provokatif dan tidak waras," ujar Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur kepada wartawan.
Menurutnya, kebebasan beragama adalah salah satu hak yang paling asasi di antara hak asasi manusia. Karena kebebasan beragama itu, tambah Fahrur, bersumber kepada martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan.
"Kita berharap jaminan perlindungan terhadap keamanan kaum Muslimin India dari segala diskriminasi, prasangka, dan kekerasan sistematis di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi dan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa," kata Fahrur.
Ia berharap umat Hinda dan Muslim di India bisa hidup berdampingan dan dapat saling membangun komunikasi untuk menjaga perdamaian.


Psikopat
Menyikapi pendeta Hindu menyerukan pengikutnya untuk menyerang kota suci Makkah dan merebut Ka'bah dari umat Islam. Muhammadiyah geram bukan main.
"Bukan miliknya, itu kan tanah suci, tempat sucinya umat Islam, bukan tempat suci orang Hindu. Kenapa ingin merebut tanah orang lain?" ujar Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi Dadang Kahmad kepada wartawan.
"Berarti dia termasuk psikopat," imbuhnya.
Dadang tak habis pikir dengan pidato Narsinghanand. Dadang meragukan Narsinghanand adalah seorang pendeta.
"Kalau pendeta di mana-mana juga matang keberagamaan, dan juga sangat menghargai keyakinan orang lain. Kalau pendeta yang kayak Yati (Narsinghanand) itu menurut saya mungkin dia ada kurang paham terhadap kehidupan kerukunan dan toleransi antarpenganut beragama," jelas Dadang.
Menurut Dadang, pidato Narsinghanand sama saja memprovokasi umat beragama untuk perang. "Apalagi yang diprovokasinya masyarakat India, yang tidak begitu tinggi tingkat pendidikannya, banyak yang masih belum tinggi," pungkasnya. (detikcom/d)



Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru