Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Disinggung saat Debat, Bobby Tantang Edy Laporkan Soal Blok Medan ke Aparat Penegak Hukum

Desra A Gurusinga - Kamis, 07 November 2024 09:30 WIB
245 view
Disinggung saat Debat, Bobby Tantang Edy Laporkan Soal Blok Medan ke Aparat Penegak Hukum
Foto: SNN/Desra Gurusinga
DEBAT: Paslon Gubernur Sumut nomor urut 1 M Bobby Afif Nasution-Surya dan Paslon nomor urut 2 Edy Rahmayadi-Hasan saat debat publik kedua, di Hotel Santika Dyandra Medan, Rabu (6/11/2024).

Sebelumnya, pembawa acara (MC) membacakan nama-nama para panelis, yaitu
1. Dr Maslathif Dwi Purnomo, M. Hum, Ph.D (Dosen Analisis Wacana)
2. Dr Arifin Saleh, S.Sos, MSP (Dekan FISIP UMSUSU
3. Prof Dr Taufik Siregar, SH, M.Hum (Dosen Hukum UMA)
4. Dr Edy Ikhsan, MA (Wakil Rektor I USU)
5. Prof Dr Katimin, MA (Wakil Rektor III UINSU)
6. Dr Wahyu Ario Pratomo, SE, M.Ec (Dosen Ekonomi Pembangunan USU)
7. Dr Afnila, SH, M.Hum (Dosen Hukum Tata Negara USU)
8. Dr Ibnu Affan, SH, M.Hum (Rektor UNUSU)
9. Dr Taufik Wal Hidayat, S.Sos, M.AP (Dosen Fisipol UMA)

Dalam kesempatan itu, Ketua KPU Sumut Agus Arifin dalam sambutannya mengatakan, tema debat kali ini adalah peningkatan daya saing daerah dan pembangunan berkelanjutan
Disebutkannya, sebanyak 10.7 juta pemilih di Sumut akan mendengarkan ide dan gagasan para Paslon dalam debat publik kali ini.

KPU Sumut yakin debat ini merupakan pendidikan politik bagi masyarakat. Sehingga masyarakat memilih bukan karena politik uang, tapi Paslon yang memiliki Ide dan inovasi dalam pemerintahannya.

Pada penyampaian visi misinya, Bobby mengatakan tantangan Sumut ke depannya besar. Pastikan infrastruktur akan sampai ke daerah terpencil tidak seperti 5 tahun lalu. Selain itu, Gubernur Sumut harus mampu menyelesaikan konflik tanah, yaitu dengan kolaborasi antara aparat dengan masyarakat.

Sementara itu, Edy-Hasan menyampaikan Sumut 5 tahun ke depan akan lebih maju. Banyak kekurangan selama ini dan itu akan ditutupi ke depannya. Diyakini infrastruktur 90 persen akan lebih bagus. Pengembangan internet ke kabupaten/kota akan diperbaiki dan semua aplikasi pembangunan harus diketahui masyarakat.

Terkait moda transportasi, Edy memprogramkan konektivitas transportasi massal antar provinsi, antar kabupaten. Untuk itu, harus dapat dijawab pemerintah untuk memperbaiki jalan provinsi, sedangkan untuk desa urusan kabupaten/kota bukan gubernur.

Menanggapi itu, Bobby mengatakan saat ini Medan sudah membuat transportasi di Johor pakai bus listrik dan itu merupakan kerja sama antara Pemko Medan dengan pihak ketiga.

Terkait penanganan sampah, Edy-Hasan menyebutkan di media massa dan medsos jelas dikatakan Kota Medan merupakan kota terjorok karena masalah sampah. Namun Bobby mengatakan, itu dulu sebelum dirinya menjadi Wali Kota Medan. Namun setelah ia menjadi wali kota, pihaknya mendapat penghargaan dari kementerian untuk masalah penanganan sampah.

Dikatakan Bobby, permasalahan sampah harus disikapi dengan arif dan bijaksana. Pihaknya akan melakukan kolaborasi dengan kabupaten/kota untuk buat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

"Kami dengan Mebidang sudah dibuat TPA namun belum terealisasi. Kalau kami dipercaya menjadi gubernur, akan kami siapkan semuanya," ujar Bobby.

Terkait banjir dan tanah longsor,

Bobby mempertanyakan setelah dilantik jadi gubernur, Edy pernah berjanji bahwa banjir akan selesai tahun 2022. Tapi banjir belum teratasi, bagaimana janji-janji tersebut? Komandan BNPB adalah Gubernur, kenapa masih banjir.

Disebutkan Bobby, di Medan memang masih banjir, nemun perlu diingat Medan baru buat master plan pada tahun 2022.

Dalam closing statementnya, Hasan mengatakan, Sumut terbesar di luar Pulau Jawa. Pihaknya berkomitmen merawat Sumut ke depan sebagaimana dilakukan Edy Rahmayadi. Memberi pembangunan berkelanjutan. Kepemimpinan itu memberikan kemaslahatan kepada masyarakat. Pilihlah pemimpin yang tidak meninggalkan pekerjaan," pungkasnya.

Sementara Surya mengatakan," masyarakat Sumut yang kami banggakan, kita jadikan daerah lebih maju. Kampanye bukan sekadar janji, kita pastikan pembangunan berkelanjutan. Kita tidak hanya bicara rencana tapi aksi nyata, bukan hanya bicara tapi tidak menghasilkan apa-apa."

Di sela-sela debat, sejumlah pendukung Paslon Edy-Hasan sempat terpancing emosinya gara-gara saling ejek antarkedua pendukung Paslon. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru