Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Assad Terguling, KBRI Minta WNI di Suriah Diam di Rumah

Redaksi - Minggu, 08 Desember 2024 17:02 WIB
39 view
Assad Terguling, KBRI Minta WNI di Suriah Diam di Rumah
Foto: AFP/-
Presiden Suriah Bashar Al Assad dilaporkan kabur meninggalkan Damaskus pakai pesawat kala pemberontak sudah merangsek dan menduduki ibu kota pada Minggu (8/12).
Damaskus (harianSIB.com)

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus meminta warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Suriah diam di dalam rumah menyusul tergulingnya Presiden Suriah Bashar al-Assad

Imbauan itu disampaikan KBRI Damaskus lewat akun Instagram resminya seperti dikutip dari detikcom, Minggu (8/12/2024). Berikut ini imbauan KBRI Damaskus ke WNI di Suriah:

1. KBRI Damaskus mengimbau kepada seluruh WNI di Suriah agar tetap tenang, diam di rumah masing-masing, dan tetap terhubung dengan KBRI Damaskus

2. Hingga imbauan ini dibuat, dilaporkan bahwa seluruh WNI di Suriah dalam keadaan aman

3. Apabila memerlukan bantuan mendesak, dapat menghubungi nomor hotline Kedutaan Besar Republik Indonesia di Damaskus (+963) 954-444-810, (+963) 983-493-426, dan (+963) 983-480-264.

Sebelumnya, Assad dilaporkan kabur dari Damaskus setelah pemberontak memasuki ibu kota pada Minggu pagi waktu setempat. Setelah itu, pemberontak mendeklarasikan era baru di Suriah dan menyatakan pemerintahan Assad telah berakhir.

Assad telah memimpin Suriah sejak 2000. Dia menjadi presiden setelah ayahnya, Hafez al-Assad, yang menjadi Presiden Suriah sejak 1971, meninggal pada 2000.

Perdana Menteri Suriah Mohammad Ghazi al-Jalali mengatakan dia tidak berencana kabur seperti Assad. Dia ingin memastikan lembaga publik di Suriah tetap berfungsi dan pengalihan kekuasaan berlangsung damai.

Pimpinan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) Al Julani mengatakan semua pasukan oposisi di Damaskus dilarang mengambil alih lembaga publik. Dia mengatakan semua lembaga pemerintah tetap berada di bawah pengawasan PM Suriah sampai pengalihan kekuasaan secara resmi. Dia juga melarang ada tembakan perayaan.

"Tetap berada di bawah pengawasan mantan Perdana Menteri sampai diserahkan secara resmi. Tembakan perayaan juga dilarang," ujar Al-Julani dalam sebuah pernyataan. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru