Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 01 Mei 2026

9 Terduga Perusak Rumah Doa Umat Kristen di Padang Ditangkap

Redaksi - Senin, 28 Juli 2025 16:16 WIB
96 view
9 Terduga Perusak Rumah Doa Umat Kristen di Padang Ditangkap
Ist/SNN
Dua anak perempuan dilaporkan jadi korban dalam pembubaran kegiatan dan perusakan rumah doa di Padang, Sumatera Barat, Minggu (27/7/2025) sore.
Padang(harianSIB.com)

Polisi menangkap sembilan orang terduga pelaku perusakan rumah doa yang juga dijadikan tempat pendidikan agama siswa Kristen milik jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat.

Adapun perusakan dilakukan pada Minggu (27/7/2025) sore.

Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin mengatakan, penangkapan terduga pelaku dilakukan berdasarkan sejumlah video yang beredar di media sosial.

"Yang sudah kita amankan sembilan orang. Tentunya akan berkembang lagi. Sembilan orang ini sesuai dengan apa yang ada di video yang sudah ada, karena ada bukti-bukti maka kami amankan semua," ujar Solihin dikutip dari video yang diunggah akun Instagram Polresta Padang, Senin (28/7/2025) dikutip kompas.com

Solihin mengatakan, situasi di rumah tersebut kini telah aman. Dia meminta agar masyarakat tidak gegabah dalam menyikapi sesuatu.

"Jangan masyarakat gegabah, jangan masyarakat bertindak anarkis. Semua ada hukum. Jadi siapa yang berbuat maka akan bertanggung jawab," ujar Solihin.

Sebelumnya, video perusakan rumah tersebut viral di media sosial. Salah satunya yang diunggah di akun Instagram @infosumbar.

Dalam video itu, tampak sejumlah warga menghancurkan kaca-kaca jendela dengan batu dan kayu.

Mayoritas wanita yang berada di dalam rumah bergegas keluar membawa anak-anak yang menangis histeris.

Pendeta GKSI Padang F Dachi mengatakan, awalnya puluhan jemaat sedang berdoa di rumah tersebut pada Minggu sore dan para siswa sedang belajar agama.


"Saat itu datang ketua RW dan RT memanggil untuk berbicara di belakang rumah. Namun di depan warga ramai datang dan melakukan perusakan," kata Dachi saat dihubungi, Minggu malam.

Kaca-kaca dipecahkan, listrik diputus, dan banyak peralatan yang dirusak.

Selain itu, kata Dachi, ada dua anak yang mengalami luka akibat aksi anarkistis itu.

Wali Kota Padang Fadly Amran datang langsung ke lokasi untuk melakukan mediasi.

Mediasi yang dihadiri pihak GKSI, warga, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Padang, dan Polri, dilaksanakan di kantor Camat Koto Tangah hingga tengah malam.

Fadly usai mediasi mengatakan telah dicapai kesepakatan antara kedua belah pihak.

Fadly mengatakan peristiwa itu bukan perselisihan agama, tetapi murni insiden kesalahpahaman.

Rumah yang dirusak merupakan rumah tempat pendidikan siswa Kristen dan bukan gereja.

"Untuk kesalahpahaman sudah clear bahwa insiden ini tidak terkait SARA. Untuk tindakan yang masuk ranah pidana ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku," kata Fadly. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru