Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 14 Juni 2026

Baku Tembak di Gedung Senat Filipina Saat Upaya Penangkapan Buronan ICC

Redaksi - Kamis, 14 Mei 2026 14:33 WIB
957 view
Baku Tembak di Gedung Senat Filipina Saat Upaya Penangkapan Buronan ICC
AP Photo/Aaron Favila
Polisi mengamankan area di luar gedung Senat Filipina di Pasay, Filipina, Rabu (13/5/2026).

Manila (harianSIB.com)

Ketegangan politik melanda Filipina setelah rentetan tembakan terdengar di dalam kompleks Senat di Pasay City, Metro Manila, Rabu (13/5/2926). Insiden itu di tengah upaya pengepungan Senator Ronald dela Rosa (Bato), mantan Kepala Kepolisian Filipina yang menjadi buron Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Hingga Kamis (14/5/2026) pagi, Dela Rosa belum berhasil ditangkap. Dia dalam kondisi sehat, dan masih berada di bawah perlindungan otoritas Senat.

Dikutip dari GMA News, Kamis (14/5/2026), sedikitnya tujuh letusan senjata terdengar di kompleks Senat Filipina pada Rabu malam waktu setempat. Gedung parlemen telah diberlakukan lockdown terkait rencana penangkapan seseorang.

Ketegangan berlangsung lebih dari dua jam. Sekitar pukul 19.30 waktu setempat, Pelaksana Tugas Senate Sergeant-at-Arms sekaligus purnawirawan Mayor Jenderal Polisi Mao Aplasca mengumumkan bahwa pihaknya akan melakukan penangkapan, namun menolak mengungkap identitas target.

Baca Juga:
"Kami akan menangkap seseorang. Mohon kosongkan area," ujar Aplasca kepada wartawan.

Menyusul peningkatan status siaga, Office of the Senate Sergeant-at-Arms (OSAA), satuan pengamanan Senat Filipina, meminta seluruh orang yang hendak keluar agar segera meninggalkan gedung Senat. Pintu gulung gedung parlemen kemudian ditutup rapat.

Personel OSAA tampak mengenakan perlengkapan tempur lengkap dan rompi antipeluru. Pasukan berseragam militer juga dikerahkan ke lokasi untuk memperketat pengamanan.

Di tengah situasi tersebut, Dela Rosa terlihat bersama stafnya menaiki lift setelah keluar dari kantor Presiden Senat Alan Peter Cayetano.

Tak lama kemudian, wartawan mendengar suara mirip alat gerinda dari salah satu pintu di area Senat yang berbatasan dengan gedung Government Service Insurance System (GSIS).

OSAA menerima informasi adanya dugaan upaya penyusupan oleh orang tak dikenal ke dalam gedung parlemen.

Pada saat bersamaan, staf Sekretaris Jenderal DPR Filipina Cheloy Garafil tiba di Senat untuk menyerahkan dokumen pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte.

Beberapa saat kemudian, tujuh suara tembakan terdengar dari dalam kompleks Senat. Rekaman video dari lantai dua gedung menunjukkan banyak orang berlarian mencari perlindungan.

Dalam siaran langsung di Facebook, Peter Cayetano membenarkan adanya insiden penembakan, namun belum diketahui siapa pelaku penembakan tersebut.

Menteri Dalam Negeri Filipina Jonvic Remulla memastikan Dela Rosa berada dalam kondisi aman dan tidak ada surat perintah penangkapan yang akan dijalankan malam itu.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. juga menegaskan tidak ada instruksi untuk menangkap Dela Rosa yang tengah menghadapi surat perintah penangkapan ICC terkait perang narkoba era pemerintahan Rodrigo Duterte.

Dela Rosa, yang memimpin Kepolisian Nasional Filipina pada era mantan Presiden Rodrigo Duterte, seperti dilansir AFP, Kamis (14/5/2026), menjadi buronan setelah menghindari surat perintah penangkapan yang dirilis Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait kejahatan terhadap kemanusiaan, yang juga menyeret Duterte.

Dela Rosa, yang juga dikenal sebagai "Bato", memimpin operasi pemberantasan narkoba yang mematikan pada era Rodrigo beberapa tahun lalu. Beberapa waktu terakhir, dia berlindung di dalam Gedung Senat untuk menghindari penangkapan berdasarkan surat perintah ICC.

Dela Rosa menjabat Kepala Kepolisian Nasional Filipina periode tahun 2016 hingga 2018, pada fase awal kampanye anti-narkoba Duterte. Operasi yang juga dijuluki "perang narkoba" itu menyebabkan kematian ribuan orang, banyak di antaranya pengguna narkoba dan pengedar narkoba level rendah.

Duterte ditangkap pada Maret tahun lalu, lalu diterbangkan ke Belanda dan ditahan di Den Haag, markas ICC, sembari menunggu persidangan. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
TNI-KKB Baku Tembak di Papua, 2 Orang Tewas
TNI-OPM Baku Tembak di Papua, 2 Orang Tewas
Baku Tembak di Aceh, Polisi Sita 81 Butir Ekstasi
3 Terduga Teroris Tewas Baku Tembak di Yogyakarta
Terlibat Baku Tembak, Rampok Sadis Akhirnya Tersungkur Tewas
Kapolsek Kemuning AKP Robert Sihombing Baku Tembak dengan Komplotan Pencuri
komentar
beritaTerbaru