Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 20 Mei 2026

Misi Global Sumud Gagal, Semua Kapal Dicegat Israel, 430 Aktivis Ditahan

Redaksi - Rabu, 20 Mei 2026 18:49 WIB
104 view
Misi Global Sumud Gagal, Semua Kapal Dicegat Israel, 430 Aktivis Ditahan
Foto: Eyad Baba/AFP
Anak-anak Palestina melihat mural yang menggambarkan pencegatan kapal-kapal yang berpartisipasi dalam Armada Sumud Global, sebuah misi bantuan kemanusiaan yang dipimpin sipil ke Gaza melalui laut, di Nuseirat, Jalur Gaza Tengah pada 19 Mei 2026.

Tel Aviv(harianSIB.com)

Global Sumud Flotilla (GSF) mengatakan, pasukan Israel kini telah menghentikan seluruh kapal yang ikut serta dalam misi kemanusiaan untuk mematahkan pengepungan Israel di Jalur Gaza.

"Semua kapal telah dicegat," tulis Global Sumud Flotilla dalam sebuah unggahan di X, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (20/5/2026).

"Kami sedang menunggu informasi lebih lanjut tentang penculikan ilegal mereka," sambungnya dikutip dari kompas.com

Menurutnya, militer Israel mengirimkan armada angkatan laut yang lengkap untuk mencegat konvoi yang terdiri dari lebih dari 50 kapal.

Sementara, pihak berwenang Israel menuturkan, 430 aktivis yang berada di atas armada bantuan kini sedang dalam perjalanan ke Israel.

"Konvoi aktivis PR lainnya telah berakhir," kata seorang juru bicara dari Kementerian Luar Negeri Israel, dikutip dari AFP, Rabu.

"Ke-430 aktivis telah dipindahkan ke kapal Israel dan sedang menuju Israel, di mana mereka dapat bertemu dengan perwakilan konsuler mereka," lanjutnya.

Diketahui, Israel bersikap tegas menolak rombongan kapal tersebut. Melalui media sosial X pada Senin (18/5/2026), Kemenlu Israel menyatakan bahwa mereka tidak akan mengizinkan pelanggaran apa pun terhadap blokade laut di Gaza.

Tak hanya itu, Israel juga melayangkan peringatan keras dan melabeli misi tersebut sebagai sebuah aksi provokasi.

Di antara ratusan orang yang ditahan oleh pihak Israel, ada 9 warga negara Indonesia, termasuk jurnalis Tempo dan Republika.

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengecam keras tindakan tersebut dan menuntut pembebasan segera bagi seluruh awak serta kapal yang ditahan di sekitar perairan Siprus.

"Kami mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan," jelas Juru Bicara Kemenlu, Yvonne Mewengkang.

Media Republika mengonfirmasi keberadaan dua jurnalis mereka dalam misi tersebut, dan menyatakan bahwa intersepsi ini sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru