Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 23 Agustus 2026

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Rusak Bangunan Sekolah di Ende

Redaksi - Selasa, 09 Juni 2026 13:03 WIB
1.110 view
Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Rusak Bangunan Sekolah di Ende
TRIBUNFLORES.COM /ALBERT AQUINALDO
Kondisi SDN Wolomoni di Desa Niawula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, NTT, akibat aktivitas pembukaan akses jalan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Ende(harianSIB.com)

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Niawula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), dihentikan karena diduga merusak bangunan sekolah.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (UKM) Kabupaten Ende, Valentinus Majurutu menjelaskan, pembangunan koperasi itu dihentikan menyusul viralnya pemberitaan soal pembangunan koperasi tersebut.

"Dengan viralnya kegiatan itu, maka pekerjaan rencana pembangunan KDMP (di Desa Niawula) dibatalkan," ujar Valentinus dikutip kompas.com, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa pihak vendor telah mengeluarkan alat beratnya dan tidak akan melanjutkan pembangunan.

Baca Juga:
Mengenai dugaan penggusuran sekolah untuk bangun koperasi, Velentinus menyebut bahwa tindakan di lapangan lebih bersifat teknis.

Menurut dia, tembok yang rusak akibat pengerukan untuk memudahkan akses ekskavator telah diperbaiki.

"Sebenarnya bukan penggusuran, itu lebih pada pekerjaan teknis di lapangan karena ekskavator tidak bisa lewat. Jadi dia harus sedikit membongkar semen lantai, sehingga ekskavator bisa lewat," katanya.

"Atap sekolahnya yangkut di ekskavator, maka mereka keruk jalannya supaya ekskavator itu agak tenggelam turun ke bawah, makanya kelihatan di video ada tumpukan tanah yang banyak," jelasnya.

Valentinus mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan musyawarah bersama pihak kecamatan, dan pihak sekolah. Namun, belum ada kesepakatan mengenai kelanjutan pembangunan tersebut. Sehingga, dipastikan proyek KDMP di Desa Niawula batal.

"Kami kembalikan kepada forum desa, dalam hal ini kepala desa melalui para tokoh masyarakat, tokoh adat, para pemilik lahan, dan warga sekitar untuk melakukan musyawarah," katanya.

Ia menjelaskan bahwa penentuan lokasi pembangunan KDMP di setiap daerah diatur oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

Proses pengawalan dan pengawasan di daerah dilakukan oleh pihak TNI, melalui Babinsa, bersama dengan pemerintah desa.

"Penentuan lokasi itu biasanya di selama ini kami di Kabupaten Ende itu dilakukan oleh pihak TNI, melalui Babinsa yang ada di desa-desa, di kecamatan-kecamatan, bersama dengan pemerintah desa, mereka menentukan lokasi yang strategis yang layak dari sisi ukuran dan topografinya. Setelah itu proses usulannya itu ada di portalnya TNI untuk usulan ke pusat," paparnya.

Valentinus menambahkan, meskipun tidak terlibat langsung dalam pembangunan fisik, namun pihahknya tetap memantau dan mengurus dari sisi kelembagaan, manajemen, dan operasional, termasuk pelatihan.

Sementara itu, pembangunan fisik, termasuk gedung dan kelengkapannya, sepenuhnya diserahkan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara.

Diberitakan sebelumnya, SDN Wolomoni di Desa Niawula, mengalami kerusakan akibat aktivitas pembukaan akses alat berat untuk pembangunan KDMP yang berada di belakang sekolah.

Insiden yang terjadi pada Jumat (5/6/2026) sore ini sempat menggegerkan warga setempat yang menolak aktivitas dilanjutkan.

Namun kemudian, kerusakan di SDN Wolomoni dilaporkan telah mendapat perbaikan pada Minggu (7/6/2026). (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
BNNP Sumut Bekuk 6 Tersangka Narkoba, Sita Ratusan Gram Sabu
Uskup Sibolga Kuatkan Bupati Masinton Ditengah Proses Pemulihan Pasca Bencana di Tapteng
Dorong Investasi, Jajaran Kanwil Imigrasi Sumut Hadirkan ULTIMA di KEK Sei Mangkei
KPK Jelaskan Nama Raffi Ahmad Disebut di Kasus Bea Cukai
KPK OTT Edison Bupati Muara Enim
Dicekal Saat Mau ke Malaysia, Tyo Nugros Batal Tampil di Konser Dewa
komentar
beritaTerbaru