Eko menegaskan, Frans Antoni bukan sekadar anggota biasa dalam sindikat tersebut. Ia memiliki peran penting sebagai pengendali keuangan, pengendali lapangan, sekaligus pengendali operasional jaringan narkotika yang dipimpin Fredy Pratama.
"Frans Antoni bukanlah pelaku biasa, melainkan pengendali keuangan, pengendali lapangan, dan pengendali operasional dari sindikat narkotika pimpinan Fredy Pratama," katanya.
Sementara itu, Fredy Pratama hingga kini masih menjadi buronan dan diduga bersembunyi di luar negeri. Ia disebut kerap berpindah lokasi, termasuk di kawasan Thailand dan Kamboja.
Pria yang juga dikenal dengan nama alias Miming dan Cassanova itu disebut memiliki pengaruh kuat di kawasan Asia Tenggara, terutama di wilayah Golden Triangle yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan narkotika terbesar di dunia.
Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menyita sekitar 10,2 ton sabu yang terafiliasi dengan jaringan Fredy Pratama di Indonesia sepanjang periode 2020 hingga 2023.
Berdasarkan hasil analisis Direktorat Tindak Pidana Narkoba, sebagian besar peredaran narkotika di Indonesia diketahui memiliki keterkaitan dengan jaringan tersebut.