Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 22 Juni 2026

Bendahara Fredy Pratama Ditangkap di Malaysia, Sempat Buron dan Sembunyi 2 Tahun di Thailand

Redaksi - Minggu, 21 Juni 2026 20:45 WIB
179 view
Bendahara Fredy Pratama Ditangkap di Malaysia, Sempat Buron dan Sembunyi 2 Tahun di Thailand
Foto: Dok/CNN Indonesia
Bendahara gembong narkoba jaringan internasional Fredy Pratama, Frans Antoni melarikan diri dengan cara berpindah-pindah tempat di Thailand.

Jakarta(harianSIB.com)

Upaya pelarian panjang salah satu orang kepercayaan gembong narkoba internasional Fredy Pratama akhirnya berakhir. Bareskrim Polri berhasil menangkap Frans Antoni, yang dikenal sebagai bendahara sekaligus pengendali operasional jaringan narkotika Fredy Pratama, di Kuala Lumpur, Malaysia.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengungkapkan, sebelum ditangkap, Frans Antoni berstatus daftar pencarian orang (DPO) dan sempat bersembunyi di Thailand dengan berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran aparat.

Menurut Eko, setelah sejumlah anggota jaringan Fredy Pratama berhasil diamankan, Frans melarikan diri dengan bantuan orang suruhan Fredy yang merupakan warga negara Thailand.

Selama pelariannya, ia beberapa kali berpindah tempat, mulai dari kawasan Phatthanakan hingga akhirnya menetap sekitar dua tahun di wilayah Narasiri, Thailand.

Baca Juga:
"Frans Antoni sempat berpindah-pindah tempat mulai dari daerah Phatthanakan hingga akhirnya menetap kurang lebih selama dua tahun di daerah Narasiri, Thailand," ujar Eko kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).

Tak hanya itu, Frans juga dibantu jaringan Fredy saat masuk ke Malaysia secara ilegal. Namun, keberadaannya berhasil dilacak dan akhirnya diamankan oleh tim delegasi Polri di Kuala Lumpur.

Eko menegaskan, Frans Antoni bukan sekadar anggota biasa dalam sindikat tersebut. Ia memiliki peran penting sebagai pengendali keuangan, pengendali lapangan, sekaligus pengendali operasional jaringan narkotika yang dipimpin Fredy Pratama.

"Frans Antoni bukanlah pelaku biasa, melainkan pengendali keuangan, pengendali lapangan, dan pengendali operasional dari sindikat narkotika pimpinan Fredy Pratama," katanya.

Sementara itu, Fredy Pratama hingga kini masih menjadi buronan dan diduga bersembunyi di luar negeri. Ia disebut kerap berpindah lokasi, termasuk di kawasan Thailand dan Kamboja.

Pria yang juga dikenal dengan nama alias Miming dan Cassanova itu disebut memiliki pengaruh kuat di kawasan Asia Tenggara, terutama di wilayah Golden Triangle yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan narkotika terbesar di dunia.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menyita sekitar 10,2 ton sabu yang terafiliasi dengan jaringan Fredy Pratama di Indonesia sepanjang periode 2020 hingga 2023.

Berdasarkan hasil analisis Direktorat Tindak Pidana Narkoba, sebagian besar peredaran narkotika di Indonesia diketahui memiliki keterkaitan dengan jaringan tersebut.

Sindikat Fredy Pratama disebut mampu menyelundupkan sabu dan ekstasi ke Indonesia dalam jumlah 100 hingga 500 kilogram setiap bulan. Untuk mengelabui petugas, narkotika tersebut kerap disamarkan dalam kemasan teh sebelum diedarkan. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
REI Sumut Siap Bangun 1.067 Rumah Polri
Polsek Patumbak Gerebek Kampung Narkoba, Seorang Tersangka Diamankan
Edarkan Narkoba di Lokasi Hiburan Malam, 3 Tersangka Terancam Penjara 20 Tahun
Kapolres Sergai Ingatkan Kapolsek Baru Berantas Narkoba di Dolokmasihul
Diduga Edarkan Narkoba, Manager dan Karyawan Hiburan Malam Diciduk
Berhasil Tangkap Bandar Narkoba di Perbaungan, Kasat Narkoba Dapat Reward dari Kapolres Sergai
komentar
beritaTerbaru
Mahasiswi USU Juara Karate Asia

Mahasiswi USU Juara Karate Asia

Medan(harianSIB.com)Karateka Timnas Indonesia yang juga mahasiswi Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom TI) Universitas S