Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 31 Juli 2026

AS Lancarkan Serangan Udara Skala Besar ke Iran

Redaksi - Kamis, 30 Juli 2026 19:01 WIB
290 view
AS Lancarkan Serangan Udara Skala Besar ke Iran
Foto: U.S. CENTRAL COMMAND via REUTERS/U.S. CENTRAL COMMAND
Serangan Amerika Serikat terhadap Iran kembali berlanjut.

Washington(harianSIB.com)

Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran yang menghantam puluhan target Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran.

Operasi militer berdurasi dua jam tersebut menghancurkan pusat komando militer, fasilitas drone, hingga kapabilitas maritim Iran.

Dilansir CNBC Indonesia yang mengutip laporan Reuters, Kamis (30/07/2026), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa operasi gempuran tersebut berlangsung mulai pukul 00.00 hingga 02.00 GMT pada hari Kamis.

Serangan balik ini diluncurkan setelah Teheran menembakkan serangkaian rudal balistik ke arah pasukan AS di Yordania.

Baca Juga:
"Serangan ini bertujuan untuk semakin mengurangi ancaman yang ditimbulkan oleh Iran dan kelompok proksinya terhadap pasukan Amerika, pelayaran komersial, dan negara-negara Teluk tetangga," tegas CENTCOM dalam pernyataan resminya.

Media pemerintah Iran melaporkan tiga orang tewas akibat serangan udara AS yang menghantam Pulau Qeshm.

Di saat bersamaan, angkatan bersenjata Yordania mengonfirmasi berhasil menggagalkan upaya serangan Iran ke wilayah kerajaannya dengan mencegat lima rudal di udara.

Gempuran terbaru AS ini dipicu oleh konfirmasi Iran pada hari Rabu mengenai penembakan rudal balistik ke basis pasukan AS di Yordania, di mana seluruh proyektil berhasil dicegat. Pangkalan militer AS di Yordania belakangan memang menjadi target utama gempuran Iran.

Sebelum serangan ke Iran meluncur, pasukan AS dan Arab Saudi menggelar gempuran gabungan ke kelompok pro-Iran di Irak timur sebagai balasan atas serangan drone ke fasilitas minyak Saudi.

Aksi gabungan tersebut mencatatkan sejarah baru sebagai kali pertama Riyadh bergabung secara terbuka dalam serangan militer bersama Washington.

Pada hari yang sama, sebuah drone menghantam kapal tanker penyimpanan gas milik perusahaan AS di Pelabuhan Damietta, Mesir. Kementerian Perminyakan Mesir mengonfirmasi kejadian kebakaran di pelabuhan tersebut meski tidak menyebutkan keterlibatan serangan drone.

Kelompok milisi Popular Mobilisation Forces (PMF) di Irak melaporkan setidaknya 20 anggotanya tewas dan 32 lainnya luka-luka akibat serangan gabungan AS-Arab Saudi. Surat kabar Iran Hamshahri melaporkan bahwa empat penasihat Garda Revolusi Iran turut tewas dalam gempuran di Irak tersebut.

Presidensi Irak mengecam keras serangan ke pangkalan paramiliternya sebagai pelanggaran nyata atas kedaulatan negara. Kendati demikian, Baghdad tetap menyerukan penghentian aksi serangan oleh kelompok bersenjata Irak ke negara-negara tetangga.

Pasca serangan gabungan itu, Menteri Pertahanan Arab Saudi bertemu Wakil Presiden AS JD Vance di Washington untuk mendesak agar pemerintah tidak memperluas eskalasi ke Yaman atau Irak. Pihak Saudi memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat membuka pintu bagi risiko besar yang tidak menentu. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
AS Peringatkan Semua Pelabuhan dan Asuransi agar Tidak Layani Kapal Iran
AS Siap Jatuhkan Sanksi Terberat kepada Iran
Tangkal Pengaruh Iran, Israel Gencar Mendekati Negara Arab
AS Tolak Bantu Pemulihan Suriah Selama Iran Masih Bercokol
Teheran: Mustahil Arab Saudi Mampu Gantikan Pasokan Minyak Iran
Presiden Iran: Kami Tidak Ingin Berperang dengan Pasukan AS
komentar
beritaTerbaru