Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 27 Agustus 2026

Mengerikan! Banjir Bandang Terjang Nepal, 160 Tewas, Ratusan Wisatawan Hilang

Redaksi - Kamis, 27 Agustus 2026 09:43 WIB
128 view
Mengerikan! Banjir Bandang Terjang Nepal, 160 Tewas, Ratusan Wisatawan Hilang
Foto: AP
Banjir bandang dahsyat menerjang Distrik Nuwakot, Nepal, Rabu (26/8/2026).

Kathmandu (harianSIB.com)

Banjir bandang dahsyat menerjang Nepal, dekat dengan perbatasan wilayah otonomi Tibet, China, Rabu (26/8/2026). Sejauh ini, 160 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya hilang disapu gelombang tinggi.

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah desa dan infrastruktur.

Pejabat setempat mengatakan 384 wisatawan dilaporkan hilang. Dari jumlah tersebut, 291 orang merupakan warga negara asing, termasuk warga negara India, Amerika Serikat, Inggris, dan Malaysia.

Sedikitnya 19 jembatan dilaporkan hanyut diterjang arus deras. Puluhan kilometer jalan juga rusak, sementara sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga air ikut terdampak akibat derasnya aliran air yang membawa lumpur, batu, dan material longsoran.

Sungai Bhotekoshi meluap pada Rabu sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Luapan sungai menghancurkan sejumlah desa, jalan raya, serta proyek pembangkit listrik tenaga air.

"Kami telah meminta India dan China untuk membantu upaya penyelamatan," kata juru bicara pemerintah Nepal, Sasmit Pokharel.

Puluhan bangunan bertingkat, truk, dan kendaraan van tertimbun material lumpur di Distrik Nuwakot, salah satu wilayah yang terdampak paling parah.

Pemerintah juga memperingatkan warga di sejumlah distrik untuk menjauh dari bantaran Sungai Bhotekoshi, Trishuli, dan Narayani karena masih terdapat risiko banjir susulan.

Pejabat Dewan Pariwisata Nepal mengatakan sebagian besar orang yang hilang berkemungkinan merupakan wisatawan asal India dan diaspora India yang sedang melakukan perjalanan ziarah menuju Gunung Kailash di wilayah otonom Tibet, China. Gunung Kailash merupakan situs suci bagi umat Hindu.

Di sisi lain, otoritas China melakukan operasi pencarian dan penyelamatan berskala besar di wilayah perbatasan Tibet, tepatnya di Gyirong. Pemerinah China belum mengumumkan jumlah korban tewas maupun terluka.

Presiden China Xi Jinping memerintahkan pihak berwenang meningkatkan upaya pencarian terhadap orang-orang yang hilang setelah longsoran lumpur terjadi, demikian dilaporkan kantor berita pemerintah Xinhua.

Wilayah yang terdampak bencana pada Rabu juga pernah mengalami banjir bandang serupa pada Agustus tahun lalu. Saat itu, sebuah danau glasial di wilayah Tibet, yang meluap akibat suhu tinggi di kawasan pegunungan, memicu banjir.

Bencana tahun lalu menewaskan sembilan orang dan merusak sejumlah infrastruktur penting, termasuk jembatan yang menghubungkan Nepal dan China.

Kawasan Himalaya, yang membentang di Nepal dan sejumlah negara di sekitarnya, termasuk India, sangat rentan terhadap hujan deras, banjir, dan tanah longsor.

Kawasan tersebut mengalami pemanasan lebih cepat dibandingkan wilayah lain di dunia akibat perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru