Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 28 Agustus 2026

Demo Bakar Ban, Mahasiswa UDA Tuntut Kepastian Kuliah dan Tolak Pungutan Rp2 Juta

Tanda Monang Pasaribu - Rabu, 26 Agustus 2026 19:25 WIB
598 view
Demo Bakar Ban, Mahasiswa UDA Tuntut Kepastian Kuliah dan Tolak Pungutan Rp2 Juta
Foto : Dok/Mahasiswa
Mahasiswa UDA (Universitas Darma Agung) menggelar aksi demonstrasi dengan membakar ban di depan Kampus Jalan DR TD Pardede Medan Baru, Rabu (26/8/2026).

Medan(harianSIB.com)

Puluhan mahasiswa Universitas Darma Agung (UDA) menggelar aksi demonstrasi menuntut kejelasan status dan layanan akademik di depan Kampus Jalan Dr. TD Pardede, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Rabu (26/8/2026).

Aksi ini dipicu pencabutan akreditasi UDA oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 7 Juli 2026 yang menjadikan kampus milik keluar DR TD Pardede itu berstatus tidak memenuhi syarat peringkat (TMSP) akreditasi.

Kordinator Aksi Daniel Sinaga dalam orasi yang disampaikan di depan gedung Sekretariat Biro Rektor menuntut Kejelasan Status dan Layanan Akademik.

Baca Juga:

"Kepada bapak Rektor dan Ketua Yayasan aksi kami ini untuk meminta kepastian kelanjutan kuliah, proses wisuda yang tertunda serta pencabutan hambatan administratif akibat dualisme Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA)," katanya dengan nada penuh emosi.

Selain itu, katanya, mahasiswa menolak adanya pungutan biaya pindah ke kampus lainnya sebesar Rp2 juta.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
GAMKI Apresiasi Kinerja Polres Labuhanbatu Ungkap 30 Kg Sabu dan 20.000 Pil Ekstasi
Pemkab Taput Gelar Pertemuan Perdana 52 Calon Mahasiswa Penerima Beasiswa TAPASADA Academy
Jelang Demo 27 Agustus, Hercules Imbau Massa: Jaga Jakarta Tetap Kondusif
Viktor Silaen Masuk Sekolah-sekolah Suarakan Bahaya Narkoba dan Judi Online “Penghancur” Generasi Muda
Akan Segera Dieksekusi, Reny Pardede: Aset UDA Berdiri di Atas Tanah Ahli Waris TD Pardede
Malaysia dan Brunei Sepakat Gunakan Mekanisme ASEAN Atasi Kabut Asap Lintas Batas
komentar
beritaTerbaru