Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 03 September 2026

Mau Tambah Daratan Lagi, Singapura Siapkan Proyek Reklamasi Raksasa

Redaksi - Kamis, 03 September 2026 10:09 WIB
138 view
Mau Tambah Daratan Lagi, Singapura Siapkan Proyek Reklamasi Raksasa
Foto: Tangkapan layar kanal YouTube Lawrence Wong (dok. Lawrence Wong)
Singapura sedang serius mempertimbangkan penggabungan beberapa pulau di selatan Pulau Jurong menjadi satu pulau barat yang jauh lebih besar dalam beberapa dekade mendatang.

"Untuk reklamasi tanah beberapa tahun belakangan ini, kita tidak lagi memiliki bukit untuk dipotong, jadi kita mulai mengimpor pasir," ungkapnya.

Mengingat terbatasnya ketersediaan pasir impor, Singapura terpaksa beralih menggunakan tanah liat laut dari pembangunan tembok laut serta material galian dari konstruksi MRT dan gedung-gedung tinggi. Profesor Chu menekankan bahwa pasir sejatinya tetap menjadi material yang paling ideal.

"Idealnya, pasir harus digunakan karena mudah ditangani, dan juga pasir kurang dapat dimampatkan. Jika Anda menggunakan tanah liat, akan sangat sulit untuk mengolahnya ... biaya perbaikannya juga akan lebih tinggi," paparnya.

Tantangan untuk mendapatkan material urukan yang cukup semakin dipersulit oleh kebutuhan volume yang jauh lebih besar karena Singapura kini harus mereklamasi area laut yang semakin dalam. David Ng dari Institution of Engineers Singapore (IES) memperkirakan bahwa setiap satu hektare laut dengan kedalaman sekitar 10 meter membutuhkan sekitar 100.000 meter kubik material urukan.

Dengan asumsi kedalaman dasar laut rata-rata 20 meter, proyek Long Island yang seluas 800 hektare diperkirakan membutuhkan setidaknya 160 juta meter kubik material infill, atau secara kasar setara dengan volume 64.000 kolam renang berukuran Olimpiade.

Menyiasati krisis material ini, Singapura mulai bergeser pada September lalu dengan mereklamasi 800 hektare daratan di Pulau Tekong melalui metode empoldering (pembuatan polder). Metode revolusioner ini terbukti sukses memangkas penggunaan pasir hingga hampir setengahnya, meski memakan biaya pemeliharaan yang jauh lebih tinggi.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dari Kursi Perdana Menteri ke Pengadilan, Ismail Sabri Hadapi Dakwaan Korupsi
Pilot Malaysia Airlines Ditangkap Bawa 25 Kg Ekstasi, Sejumlah WN Malaysia Tersandung Kasus Narkoba di Tiga Negara
Massive Attack Dilarang Masuk Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina di Atas Panggung
Perkuat Promosi Industri Kendaraan Listrik di Sumatera Utara, PRSU Jajaki Kolaborasi dengan PERIKLINDO
WN Singapura Tewas Dicekik di Bali
Setelah 18 Tahun, Peterpan Kembali Gelar Konser di Malaysia dan Singapura
komentar
beritaTerbaru