Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Kontes Dangdut di Amerika, Pemenangnya Nyanyi Dangdut di Te-ve Indonesia

- Rabu, 16 April 2014 13:15 WIB
1.580 view
Kontes Dangdut di Amerika, Pemenangnya Nyanyi Dangdut di Te-ve Indonesia
Philadelphia (SIB)- Dangdut masuk Amerika. Bahkan, di sejumlah kota seperti Philadelphia, New York, Washington D.C., dan Wilmington diadakan kontes Dangdut in America 2014 yang digelar sejak Maret. Audisi kontes musik dangdut yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal RI New York, Kedutaan Besar RI Washington D.C., NSR Entertaiment, TVRI dan Voice of America itu mulai dilakukan di Philadelphia pada 21 Maret.

Sebanyak 60 peserta dari empat negara bagian di Amerika Serikat mengikuti kontes yang untuk kedua kalinya digelar tersebut. Juri yang terdiri atas Rissa Asnan, penyanyi dangdut Ani Hartini (bekas anggota grup Ken Dedes), penyanyi soprano Amerika Catherine Short Arce dan penyanyi R&B Sania menentukan pemenang kontes dalam pertunjukan final di Sigma Sound Studio, Philadelphia, Minggu, (13/4), waktu setempat.

Penyanyi John Shanklin, 27 tahun, yang pada Minggu malam menyanyikan lagu Zakia dari Achmad Albar keluar sebagai juara kontes dangdut itu.

Sebagai pemenang pertama, dia mendapat hadiah tiket ke Indonesia dan tampil di televisi Indonesia. John Shanklin mengaku tidak tahu banyak tentang Indonesia. Namun, dengan senang hati ia mengaku ingin belajar.

Setelah meraih kemenangan, dia ingin terjun ke dunia musik secara profesional serta mengunjungi berbagai kota di Indonesia. Usai acara Ketua Panitia Penyelenggara Kontes Rissa Asnan dari NSR Entertainment mengatakan kompetisi dangdut yang digelar di Kota New York, Washington D.C., dan Wilmington, Delaware, tersebut diharapkan bisa meningkatkan apresiasi terhadap musik dangdut.

Selain itu, menurut pejabat KBRI Washington D.C., Heru H. Subolo, musik dangdut bisa menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia dan meningkatkan kontak penduduk kedua negara. Adapun penyanyi R&B Indonesia Sania mengatakan penyelenggaraan kontes dangdut semacam itu bisa memudahkan penyanyi dangdut Indonesia yang ingin tampil di Amerika dan sebaliknya.

Ia juga bangga melihat antusiasme peserta kontes dangdut tersebut. "Luar biasa antusias, peserta cukup besar," ujar Sania, yang merilis album berjudul Santai, pada 1998.

Di lain hal, profesor dangdut asal Amerika, Andrew Noah Weintraub menyupor kegiatan dimaskud. Pria berusia 52 tahun itu profesor musik dari University of Pittsburgh, Amerika Serikat. Hadir di Jakarta untuk diskusi dan peluncuran Dangdut. Musik, Identitas dan Budaya Indonesia yang baru diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Weintraub pertama kali ke Bandung tahun 1984. Perdana datang ke Indonesia, tak sengaja dengar Perjuangan dan Doa Rhoma di sebuah radio. Sejak saat itu berburu kaset-kasetnya sang Raja Dangdut. Kesukaannya pada dangdut karena kedinamisan plus liriknya puitis, tapi tidak terlalu rumit.

Ia membandingkan dengan musik India. Bunyi tabla dan alat-alat musik India memang ada kesamaan dengan dangdut. Menurutnya, dari segi bunyi, dangdut itu mencampuradukkan musik aneka bangsa: rock, Latin, Arab dan macam-macam. Tapi dangdut adalah musik Indonesia. “Saya bikin notasi transkrip musik, supaya bisa lihat dengan rinci pengaruh rock, pengaruh India apa. Seperti lagu Termenung (dinyanyikan Ellya Khadam) itu identik dengan lagu India.”

Menurutnya, dangdut itu musik asli Indonesia dan tanpa Rhoma Irama, Elvi Sukaesih, A Rafiq tidak ada dangdut. Karena mereka orang Indonesia, jadi dangdut adalah musik Indonesia. Untuk kelompok putri, Weintraub suka suara Ikke Nurjannah, Iyeth Bustami yang punya kelebihan vokal dan cengkok yang luar biasa. “Kalau Inul, dengan goyang, populer karena karena disiarkan terus menerus di media, terutama telebisi dan video. Goyang ngebornya sebenarnya tidak luar biasa kalau dibandingkan penari di Indramayu, Subang dan lain-lain,” ujarnya seperti dikutip Tempo.Co.

Weintraub melanjutkan, Elvi Sukaesih dan Ellya Khadam punya gerakan tubuh yang khas. Dangdut di Medan, menurutnya, lebih dinamis. Ia pun memerhatikan Julia Perez dan Ayu Tingting yang mendapat banyak perhatian karena sensasi. Selain itu ada banyak gaya dangdut yang baru yang tidak diperhatikan. (t/ant/r9/xy)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 16 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru