Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 01 Mei 2026

Musik Religi Sulthan Arismunandar

- Sabtu, 26 Juli 2014 14:30 WIB
863 view
Musik Religi Sulthan Arismunandar
SIB/ist
Suthan Arismunandar
Medan (SIB)- Suthan Arismunandar masih 14 tahun, tapi kemauan dan ikhtiarnya telah melewati usia siswa di salah satu SMP di kawasan Makoyon Kavaleri 6/Serbu, Asamkumbang, Medan tersebut. Antara lain soal musik untuk anak-anak, minimal remaja seusianya. “Musik religi untuk anak-anak atau remaja yang sangat sepi di Indonesia. Bahkan musik khusus untuk anak-anak juga hanya ada sehitungan jari tangan sebelah saja,” ujar pria yang hobi berenang dan bola kaki tersebut, Jumat, (25/7).

Terlahir dari keluarga yang taat dan berdisiplin tinggi karena orangtuanya seorang militer, membuat Sulthan terbiasa untuk memilah mana yang baik dan yang kurang baik, khususnya bagi anak seusinya. Salah satunya, hal yang tabu baginya adalah bermanja-manja.

Untuk menjadi  terbaik, dalam kamusnya, seseorang harus memiliki kemauan kuat yang beranjak dari ikhtiar positif. Orangtua Sultan, Letkol Kav Setiawan Arismunandar SIP mengakui penekanan disiplin pada  putranya. Misalnya, meski memiliki fasilitas untuk beroleh pelayanan, Sulthan justru dilatih berdikari. “Dulu sekolah hanya jalan kaki karena dalam hitungan seusianya, jalan kaki justru memberi manfaat positif, minimal bentuk olahraga baginya,” ujar perwira menengah itu kala berbuka bersama di kediaman Pangdam I/BB Mayjen TNI Istu Hari Subagyo SE MM, Senin lampau.

Selain pembinaan disiplin dan mental, sama seperti yang diharapkan Sulthan, sang ayah pun menginginkan semakin banyak musik atau syair lagu yang sifatnya positif seperti religi. “Jika pun sifatnya sekuler, jangan terlalu duniawi yang membuat penikmatnya kehilangan atau tercerabut dari akar budaya agama dan religi,” tandas Setiawan Arismunandar yang mantan Danyon Kav 6/Serbu, Asamkumbang tersebut.

Salah satu contoh saat mensyukuri hari jadinya. Sulthan tak diizinkan berlebih apalagi sampai berfoya. Justru diarahkan memaknai dengan berderma. “Kebetulan saat ini adalah bulan penuh berkah. Ya... diperbanyak zakat,” cerita Arismunandar di jeda syukuran hari jadi Sulthan yang diisi berdoa dan dihadiri tidak lebih dari belasan teman. (r9/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru