Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 14 Juni 2026

Dwi Sasono Tampil Jadi Bapak yang Problematik di Trailer Terbaru Film Jangan Buang Ibu, Tayang di Bulan Juni Ini!

Donna Hutagalung - Selasa, 09 Juni 2026 15:38 WIB
290 view
Dwi Sasono Tampil Jadi Bapak yang Problematik di Trailer Terbaru Film Jangan Buang Ibu, Tayang di Bulan Juni Ini!
Foto: harianSIB.com/Dok
Salah satu adegan di Film "Jangan Buang Ibu".

Jakarta(harianSIB.com)

Aktor Dwi Sasono menunjukkan sisi berbeda dalam film drama keluarga "Jangan Buang Ibu". Dalam trailer resmi terbaru yang dirilis Leo Pictures, Dwi tampil sebagai sosok ayah yang problematik, kerap melontarkan kata-kata kasar, membentak, hingga melakukan kekerasan fisik terhadap keluarganya.

Penampilan tersebut menjadi kontras dengan citra Dwi yang selama ini dikenal sebagai sosok family man. Trailer terbaru ini menghadirkan sisi emosional yang lebih kuat setelah sebelumnya film tersebut menyoroti perjuangan seorang ibu membesarkan ketiga anaknya seorang diri.

Selain memperlihatkan konflik dalam rumah tangga, trailer juga menggambarkan kehidupan tiga anak yang tumbuh tanpa kasih sayang ayah. Tema ini dinilai dekat dengan realitas yang dialami banyak keluarga di Indonesia.

Bagi Dwi Sasono, memerankan karakter ayah yang tidak hadir dan penuh masalah menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, ia berusaha memahami sudut pandang karakter tersebut yang sebenarnya menginginkan masa depan terbaik bagi anak-anaknya.

Baca Juga:
"Dia punya harapan yang terbaik untuk anaknya. Dia tidak mau anaknya gagal seperti dia," ujar Dwi Sasono, sebagaimana siaran pers yang diterima harianSIB.com.

Di kehidupan nyata, Dwi mengaku memiliki pandangan berbeda mengenai pola asuh anak. Menurutnya, anak bukanlah milik orangtua sepenuhnya, melainkan individu yang memiliki tujuan hidup masing-masing.

"Saya percaya anak-anak saya bukan milik saya, tetapi milik semesta. Setiap kelahiran memiliki misinya sendiri dan blueprint-nya masing-masing," katanya.

Sementara itu, Saputra Kori yang memerankan Tria, anak bungsu Ristiana, digambarkan sebagai sosok remaja yang tumbuh tanpa mengenal ayahnya sejak dalam kandungan. Kondisi tersebut membuat Tria menjadi anak yang cukup nakal di sekolah. Namun berkat kasih sayang dan didikan sang ibu, ia berusaha memperbaiki hidupnya.

Saputra mengaku jika berada di posisi Tria dalam kehidupan nyata, ia akan berjuang keras untuk membahagiakan ibunya.

"Aku akan fokus bekerja dan berusaha sekuat mungkin untuk mengangkat derajat keluarga. Aku ingin membahagiakan Ibu Ristiana dan tidak akan pernah melupakannya," ungkap Saputra.

Dalam film ini, Dwi Sasono beradu akting dengan Nirina Zubir yang memerankan Ristiana, seorang ibu tunggal yang harus berjuang membesarkan tiga anak setelah ditinggalkan suaminya. Keduanya menghadirkan dinamika keluarga yang sarat emosi dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Selain Dwi Sasono dan Nirina Zubir, film "Jangan Buang Ibu" juga dibintangi Refal Hady, Amanda Manopo, Basmalah Gralind, Erika Carlina, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Farrell Rafisqy, Jared Ali, dan Humaira Jahra.

Film ini disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, diproduseri Agung Saputra, serta ditulis oleh Widya Arifianti. "Jangan Buang Ibu" dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.

Film tersebut diharapkan melanjutkan kesuksesan Leo Pictures setelah drama keluarga "Bila Esok Ibu Tiada" berhasil meraih lebih dari 3,9 juta penonton.

Berikut sinopsis Film Jangan Buang Ibu: Ristiana (Nirina Zubir) hidup sebagai ibu tunggal bersama tiga anaknya, Tama (Refal Hady), Dewi (Amanda Manopo), dan Tria (Saputra Kori), setelah ditinggal sang suami (Dwi Sasono). Meski hidup dalam keterbatasan, Ristiana tetap bekerja keras membesarkan anak-anaknya.

Namun kehidupan mereka berubah ketika terungkap bahwa sang suami meninggalkan utang dalam jumlah besar. Situasi tersebut memicu berbagai konflik dan membuat hubungan keluarga yang sebelumnya hangat mulai merenggang.

Di tengah segala keterbatasan dan kerinduan yang mendalam, Tama, Dewi, dan Tria berusaha membuktikan bakti mereka kepada sang ibu. Pertanyaannya, mampukah mereka mewujudkannya sebelum semuanya terlambat? (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru